Danareksa Investment Management : Bisnis Investasi Akan Kembali Marak di Tahun 2016

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT Danareksa Investmen Management (DIM) sebagai pelopor reksadana dan salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia mengawali tahun 2016 ini menggelar kegiatan yang bertujuan untuk mengupas mengenai berbagai kondisi pasar saat ini dan seperti apa prediksinya di tahun 2016.

(KiKa) Direktur Investasi DIM, Marsangap P. Tambah, Head Of Retail Marketing Danareksa Investment Management, Yulia Sulistyawati, Unit Head DIM Investment Lounge Surabaya, Febriana D. Rosyanti, Senior Economist dari Danareksa Research Institute, Damhuri Nasution

Acara bertajuk “The Year Of Recovery – Indonesia Investment Prospect 2016” yang di gelar di Hotel JW Marriot Surabaya, Rabu (2/2/2016) ini menampilkan pembicara Damhuri Nasution selaku Senior Economist dari Danareksa Research Institute, Marsangap P. Tambah selaku Direktur Investasi DIM dan Febriana D. Rosyanti selaku Unit Head DIM Investment Lounge Surabaya.

Marsangap P. Tambah menjelaskan, selama 2015 memang industri investasi relatif tidak berkembang karena memang kondisi ekonomi baik global maupun dalam negeri kurang memberikan jaminan, alias tidak kondusif. Namun seiring dengan perbaikan ekonomi nasional menjelang akhir 2015 dan pada awal 2016, Ia meyakini potensi return berinvestasi di pasar saham dan obligasi bisa tumbuh mencapai 10 % – 17,5 %.

“Ini tentu saja dengan kondisi bila berbagai program pemerintah berjalan sebagaimana direncanakan. Begitu juga dengan kebijakan makro yang tetap kondusif,” terangnya di sela-sela acara, Rabu (3/2/2016).

Namun secara umum Ia mengakui bahwa kewaspadaan tetap harus dilakukan, terutama karena potensi imbas gejolak perekonomian dari negara-negara eropa, Jepang dan terkhusus, China yang masih sulit di prediksi.

“Karena itu, kami masih menyarankan nasabah yang ingin berinvestasi, meletakkan portofolio investasi beresiko seperti saham dan obligasi secara jangka panjang,” lanjut Marsangap.

Ia juga menambahkan, gejolak eksternal yang berkaitan dengan ekonomi global memang tidak bisa diabaikan. Apalagi obligasi pemerintah sebesar 30% dimiliki investor asing. Begitu pula pada Investor saham yang didominasi asing, bisa keluar dan masuk kapan saja.

Namun Ia meyakini, masih ada factor internal dari dalam negeri yang boleh dibilang cukup menjanjikan. Sejumlah kebijakan baik fiskal, moneter, termasuk sejumlah paket stimulus yang digulirkan pemerintrah, dinilai mulai menunjukkan kemajuan.

“Karena faktor ini, DIM memproyeksikan perekonomian domestik masih mampu bertumbuh di level 5% – 5,2% sepanjang tahun 2016 ini,” lanjutnya.

Dan untuk para investor khususnya di Surabaya, DIM meyakinkan beberapa produk investasinya bakal memberikan keuntungan bagi investor, diantaranya Danareksa Melati Pendapatan Utama yang berjenis Reksa Dana pendapatan tetap. Serta Danareksa Anggrek Fleksibel yang merupakan Reksa Dana campuran yang mengusung strategi baru dengan fokus investasi pada efek yang diterbitkan oleh BUMN maupun anak-anak perusahaannya.

“Sementara untu Reksa Dana saham, kami memiliki Danareksa Mawar Konsumer 10, dan Danareksa Mawar Rotasi Sektor Strategis,” pungkasnya. (EP).

Leave a Reply