27.1 C
New York
Sabtu, Agustus 13, 2022

Buy now

Dewan Susun Raperda Insiatif Pajak Online

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – DPRD Surabaya kemarin mulai mengumpulkan sejumlah kalangan pengusaha hotel, restoran, parkir dan pengusaha hiburan dalam. Mereka dikumpulkan untuk diajak diskusi dalam sosialiasi raperda inisiatif penerapan pajak online. Paling cepat, penerapan pajak untuk empat sektor usaha tersebut akan mulai diberlakukan tahun depan.

Dewan Susun Raperda Insiatif Pajak Online

Sekretaris BPP DPRD Surabaya Sugito menyatakan bahwa raperda ini salah satunya bertujuan untuk menyempurnakan sistem pajak yang saat ini sudah berjalan. Selama ini sistem dilakukan dengan cara manual. “Kami berharap agar sistem yang saat ini manual bisa lebih baik transparan dan efektif dalam kaitannya untuk meningkatan pendapatan pemkot,” kata Sugito.

Sebab, saat ini, mekanisme pelaporan manual yang dilakukan adalah setiap pengusaha melaporkan konsumennya setiap bulan dengan membayarkan pajak sesauai peraturan yang diberlakukan. Yaitu usaha parkir sebesar 20 persen, pajak hotel sebesar 10 persen, pajak restoran sebesar 10 persen.

Akan tetapi, dikatakan Sugito, selama ini pemkot tidak bisa memantau apakah jumlah setoran mereka sudah cocok dengan yang ada di lapangan. Oleh sebab itu, jika sistem pajak diatur dalam sistem online maka potensi kebocoran akan lebih berkuran.

“Nanti sistemnya adalah setiap wajib pajak diberikan alat perekam data transaksi yang real time. Jadi begitu ada transaksi di usaha hotel restoran, prakir dan hiburan, maka sistem di kita juga akan mencatat,” katanya. Alat perekam data tersebut bisa didaptkan dengan bekerjasama dengan bank yang ditunjuk.

Setelah itu, untuk mekanisme penyetoran jumlah pembayaran usaha ke pemkot, harus dilakukan oleh wajib pajak melalui rekening bank yang sebelumnya sudah ditunjuk. Dimana penyetorannya adalah maksimal satu hari setelah berakhirnya transaksi pembayaran oleh subjek pajak ke wajib pajak.

Dengan sistem tersebut, maka pembayaran pajak tidak akan menggunakan sistem akumulasi seperti sebelumnya. Dan jumlah setoran pajak dipastikan sama dengan data yang terekam dalam rekaman data transaksi yang connet dengan sistem pemkot. “Jadi kalaupun ada yang terlambat kita masih punya catatatn tagihannya berapan,” kata Sugito.

Sementara itu, dalam acara sosialiasi kemarin, sejumlah pengusaha tampak antusias menyimak. Beberapa ada yang menyatakan keberatan. Salah satunya adalah Anita, managemen usaha Cowlon Diskotik. Menurutnya pembayaran pajak secara real tim setiap hari itu sangat memberatkan.

“Kenapa tidak dilakukan penyetoran pajak misal sebulan sekali, dengan sistem akumulasi. Kalau setiap hari kita harus melakukan penyetoran saya rasa itu terlalu merepotkan,” kata Anita. Lagipula, karena sudah ada catatan dan rekaman dari transaksi, seharusnya data tidak akan hilang. Sehingga pembayarannya juga tidak akan malsah jika dilakukan dengan metode akumulasi. (ks1/Red)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,434PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles