Disperindag Jatim Peringati Harkonas 2016

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dalam memeringati Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2016, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Jatim mengadakan bazar murah menjual berbagai kebutuhan bahan pokok untuk persiapan ramadhan dan lebaran 2016.

Produk produk komoditi yang dijual dalam bazaar tersebut, harganya di bawah harga pasar dan berkualitas. Antara lain gula pasir 12 ribu per kg, kentang 7 ribu per kg, beras kwalitas premium 12 ribu per kg, minyak goreng 12 ribu per liter, serta produk-produk makanan ringan  yang harganya cukup terjangkau.

Maskot Harkonas 2016

Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur, Mochammad Ardi Prasetiawan, saat di sela sela bazaar murah di halaman kantor Disperindag Prov Jatim, Jumat (13/5/2016) mengatakan, pada hari konsumen nasional 2016 khususnya masyarakat Jawa Timur diharapkan menjadi konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli.

“Masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur diharapkan terus mencintai produk-produk dalam negeri yang kualitasnya tidak kalah dengan produk impor,” ujar Mochammad Ardi.

Pada kesempatan tersebut di halaman kantor Disperindag Prov Jatim juga diadakan senam bersama yang diikuti dari berbagai kalangan, diantaranya Disperindag, BPOM, mitra kerja Disperindag terdiri dari agen minyak, tepung, gula, beras dan produk produk yang ada di Surabaya.

Strategi Nasional Perlindungan Konsumen

Sementara itu, beberapa waktu yang lalu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan A. Djalil pernah mengatakan bahwa peringatan Hari Konsumen Nasional tahun ini juga dijadikan momentum penting untuk mencanangkan langkah-langkah konkret Pemerintah dalam pelaksanaan perlindungan konsumen.

Menurutnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah menyusun Strategi Nasional Perlindungan Konsumen untuk lima tahun ke depan. Cakupannya meliputi tiga pilar utama, yakni peningkatan efektivitas peran pemerintah, peningkatan pemberdayaan konsumen, dan peningkatan kepatuhan pelaku usaha. Salah satu target utama penguatan perlindungan konsumen dalam lima tahun ke depan adalah meningkatkan Index Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia, dari 34,17 menjadi 50,0.

Tabel Index Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia

“Arah kebijakan Perlindungan Konsumen Nasional untuk lima tahun ke depan adalah memperkuat pondasi perlindungan konsumen dan mempercepat pelaksanaan upaya perlindungan konsumen di sektor strategis. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan menciptakan pasar yang lebih berkeadilan,” tegas Menteri Sofyan.

Selanjutnya, Kemendag akan mengkoordinasikan penyusunan Rencana Aksi Perlindungan Konsumen dengan mengacu pada Strategi Nasional Perlindungan Konsumen tersebut. Kedua dokumen ini akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden dan dijadwalkan selesai paling lambat akhir tahun ini.

Upaya penguatan perlindungan konsumen dalam lima tahun ke depan akan diprioritaskan pada sembilan sektor strategis, yaitu obat, makanan, dan minuman; jasa keuangan; jasa pelayanan publik; perumahan/properti; jasa transportasi; jasa layanan kesehatan; jasa telekomunikasi; barang-barang konsumsi tahan lama; serta e-commerce.

Pemerintah akan segera menetapkan landasan hukum Strategi Nasional Perlindungan Konsumen dan Rencana Aksinya, menurut rencana dalam bentuk Peraturan Presiden. Untuk itu, Presiden Jokowi menugaskan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/KepalaBappenas dan Menteri Perdagangan untuk segera menindaklanjuti.

Dengan dukungan dan partisipasi semua pihak, pemerintah mengharapkan pelaksanaan perlindungan konsumen Indonesia akan meningkat signifikan, sehingga dapat mewujudkan cita-cita perekonomian Indonesia yang berdaya saing dan berkeadilan. (EP)

Leave a Reply

Weekly theme , Seo , Health , Dating , Money , Hotels , Cheap flights