Ditjen Pajak Luncurkan Pembayaran Pajak Melalui MiniATM

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak meluncurkan aplikasi transaksi pembayaran pajak secara elektronik melalui Mini ATM. Acara peluncuran bertempat di Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I Jalan Jagir Wonokromo Nomor 100-104 Surabaya, Jumat (23/10/2015).

Pembayaran pajak melalui MiniATM sebagai salah satu program inisiatif strategis Ditjen Pajak, untuk meningkatkan kemudahan dan memperbanyak akses pembayaran pajak ini, akan membuat wajib pajak tak perlu antre karena bayar pajak kini bisa dilakukan melalui mini ATM.

Mesin MiniATM ini seperti dikemukakan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, untuk tahap awal ditempatkan di 15 Kantor Pelayanan Pajak (KPP),yaitu di KPP Pratama Jakarta (Senen, Cengkareng, Setiabudi Satu, Jatinegara, Pluit), Yogyakarta, Sleman, Surabaya (Wonocolo, Tegalsari, Genteng, Gubeng, Pabean Cantikan), Kepanjen, Denpasar Timur, dan Badung Selatan.

“Lima belas titik ini masih tahap awal. Selanjutnya bisa berkembang lagi,” katanya dalam sambutannya saat meluncurkan mini ATM di kantor wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I, Jumat (23/10/2015).

Mardiasmo juga mengatakan, melalui inisiatif ini, Wajib Pajak dapat melakukan pembayaran pajak dengan men-swipe kartu debit di MiniATM berupa mesin Electronic Data Capture (EDC) yang memiliki menu khusus untuk pembayaran pajak secara elektronik.

“Untuk tahap awal ini, Bank Persepsi yang bekerjasama dengan Ditjen Pajak dalam menyediakan mesin EDC yang dapat digunakan sebagai MiniATM adalah Bank BRI dan Bank BNI,” terang Mardiasmo.

Dalam pembayaran pajak secara elektronik ini nantinya, Wajib Pajak cukup memasukkan Kode Billing ke MiniATM untuk melakukan pembayaran atas semua jenis pajak. Kode Billing pun dapat dibuat melalui berbagai channel, termasuk melalui laman pajak (www.sse.pajak.go.id), internet banking, ASP, dan SMS.

Seperti halnya pemesanan tiket kereta api, pesawat, ataupun hotel, Kode Billing adalah kode numeric informasi pembayaran yang dihasilkan oleh system Modul Penerimaan Negara Generasi Dua (MPN-G2).

Dalam pembayaran pajak, Kode Billing ini terdiri dari 15 digit angka yang dapat dibayarkan melalui berbagai channel pembayaran, di antaranya MiniATM, ATM reguler, Teller Bank / Pos Persepsi, dan internet banking.

Karena Kode Billing memiliki masa kadaluarsa 48 jam, maka setelah melewati jangka waktu tersebut, Kode Billing tidak dapat digunakan. Namun, Wajib Pajak dapat membuat lagi Kode Billing tersebut, karena tidak ada pembatasan untuk pembuatan Kode Billing.

Dengan pembayaran pajak secara elektronik ini, Wajib Pajak dapat menunaikan kewajiban perpajakannya di mana saja dan kapan saja,” tambah Mardiasmo.

Dengan tersedianya sarana pembayaran pajak melalui MiniATM ini, diharapkan memberikan hasil yang positif sehingga dapat menjadi dasar bagi implementasi secara nasional di seluruh KPP, dan dapat dipadukan dengan platform layanan lainnya seperti mobile tax unit. (Ep)

Leave a Reply