-1.8 C
New York
Sabtu, Januari 23, 2021

Buy now

Ekspor-Inpor Jatim Alami Stagnan




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan bahwa aktivitas ekspor-impor Jawa Timur pada bulan Juni 2015 mengalami stagnasi. Meski mengalami sedikit kenaikan dibandingkan Mei 2015, namun secara kumulatif, ekspor Jawa Timur belum terdongkrak.

Kepala BPS Jawa Timur Sairi Hasbullah dalam jumpa media di kantornya, Rabu (15/7/2015)
Kepala BPS Jawa Timur Sairi Hasbullah menyampaikan, pada Juni 2015, ekspor Jawa Timur mencatatkan nilai 1.514,88 juta dolar AS. Angka tersebut naik 0,37 persen dibandingkan Mei 2015, yakni 1.509,92 juta dolar AS.

“Namun secara kumulatif, nilai ekspor Jawa Timur pada Januari-Juni 2015, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, turun 5,07 persen, yakni dari 9.895,08 juta dolar AS menjadi 9.392,95 juta dolar AS,” terang Sairi di kantornya, Rabu (15/7/2015) .

Sairi menjelaskan, lesunya ekspor dipengaruhi penurunan ekspor non-migas yang berkontribusi sebesar 96,92 persen terhadap total ekspor Jawa Timur. Dimana pada bulan Juni 2015, ekspor non-migas mencapai 1.423,76 juta dolar AS atau turun 2,09 persen dibandingkan bulan Mei 2015 yang mencapai 1.454,15 juta dolar AS.

Sementara dari sisi impor, pada bulan Juni, Jawa Timur mencatatkan nilai 1.808,57 juta dolar AS. Angka tersebut naik 2,26 persen dibandingkan Mei 2015, yakni 1.768,60 juta dolar AS.

Meski mengalami kenaikan antar bulan, impor Jawa Timur secara kumulatif mengalami penurunan signifikan sebesar 17,97 persen, dari 12.729,37 pada Januari-Juni 2014 menjadi 10.442,34 pada periode sama 2015.

“Dari kondisi ini, yang patut diperhatikan adalah ketergantungan industri domestik dalam negeri terhadap bahan baku impor. Khususnya dari Tiongkok yang mendominasi impor bahan baku hingga 23 persen, “ terangnya.

Sairi mengakui bahwa kondisi tersebut tidak terlalu ideal, karena jika impor bahan baku dihentikan atau terganggu, maka imbasnya industri dalam negeri juga akan terganggu.

“Untuk menghindari hal itu terjadi, saat ini langkah yang bisa dilakukan adalah mulai mengurangi ketergantungan impor tersebut secara perlahan,” jel;as Sairi. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,397FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles