Ekspor Jatim April 2016 Merosot 8,10 Persen

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Nilai Ekspor Jawa Timur bulan April 2016 turun 8,10% yaitu USD 1.663,85 juta, dibanding bulan Maret 2016 yang mencapai USD 1.810,43 juta.

Namun secara komulatif, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, nilai ekspor Jatim mulai Januari sampai April 2016 mengalami kenaikan 4,39% yaitu USD 6.648,41 juta, dibanding periode yang sama tahun 2015 yang mencapai USD 6.368,76 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono

“Sementara untuk ekspor migas Jatim bulan April 2016 mencapai USD 88,30 juta, naik 43,23% dibanding ekspor migas bulan Maret 2016 yang mencapai USD 61,65 juta. Dan selama Januari sampai April 2016, ekspor migas mencapai USD 249,40 juta, atau naik 73,81% dibanding ekspor migas periode yang sama tahun 2015 yang mencapai USD 143,49 juta, Terangnya di Kantornya, Senin (16/5/2016).

Sementara Ekspor non migas Jatim bulan April 2016 mencapai USD 1.575,54 juta, atau turun 9,91% dibanding ekspor non migas bulan Maret 2016 yang mencapai USD 1.748,78 juta. Dan selama Januari sampai April  2016, ekspor non migas mencapai USD 6.399,02 juta, naik 2,79% dibanding ekspor non migas periode yang sama tahun 2015 yang mencapai USD 6.225,27 juta.

Teguh juga menjelaskan bahwa selama April 2016, ekspor non migas Jatim masih didominasi oleh perhiasan/permata dengan nilai USD 454,33 juta, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD 120,22 juta, kayu dan barang dari kayu sebesar USD 94,68 juta, ikan dan udang USD 90,33 juta, serta tembaga sebesar USD 77,96 juta.

“Komoditi utama dari kelompok barang perhiasan/permata (HS 71) adalah  perhiasan logam mulia lainnya senilai USD 391,72 juta atau turun 22,61% dibanding bulan sebelumnya,” jelas Teguh.

Sedangkan di kelompok lemak dan minyak hewan dan nabati (HS 15), komoditi utamanya adalah minyak kelapa sawit dan fraksinya, senilai USD 38,30 juta, naik 8,11% dari bulan sebelumnya. Di kelompok kayu dan barang dari kayu (HS 44), nilainya USD 34,00 juta, atau turun 2,51% dibandingkan bulan Maret 2016.

Sementara negara tujuan ekspor produk non migas  Jawa Timur bulan April 2016 yang terbesar adalah Swiss, dengan nilai ekspor mencapai USD 238,84 juta, diikuti Jepang sebesar USD 208,78 juta, dan berikutnya all Amerika Serikat dengan nilai  ekspor USD 163,13 juta.

“Untuk negara Uni Eropa, tujuan utama ekspor Jatim adalah Belanda dengan nilai ekspor USD 30,13 juta atau naik 2,21% dibanding bulan sebelumnya, disusul Jerman senilai USD 24,46 juta, dan Inggris USD 17,12 juta,” tambah Teguh.

Sedangkan untuk negara ASEAN tujuan ekspor komoditi non migas utama Jawa Timur adalah Singapura dengan nilai ekspor mencapai USD 117,89 juta, diikuti Malaysia USD 82,98 juta, dan Thailand senilai USD 35,70 juta. (EP)

Leave a Reply