Garap UMKM, DJP bersama RKB Bank Mandiri Gelar Lokakarya Strategi Daya Saing UKM Naik Kelas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah terbukti mampu menjadi penyokong ketahanan ekonomi negara Indonesia. Karena itu, masa depan UMKM menjadi perhatian banyak pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga perusahaan besar, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun faktanya, tidak banyak UMKM yang kemudian bisa berkembang menjadi usaha besar karena banyaknya keterbatasan dan kurangnya pengetahuan. Untuk inilah, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I bersama seluruh Kantor Pelayanan Pajak di Kota Surabaya, bekerjasama dengan Rumah Kreatif BUMN (RKB) Bank Mandiri menyelenggarakan Business Development Services (BDS) yang bertujuan untuk meningkatkan omzet dan penghasilan serta kesempatan untuk para pelaku UMKM di Kota Surabaya untuk “naik kelas”.

Garap UMKM, DJP bersama RKB Bank Mandiri Gelar Lokakarya Strategi Daya Saing UKM Naik Kelas

RKB supervisior, David Ardyanto menjelaskan, kegiatan dalam bentuk lokakarya yang diikuti 150 UMKM se Surabaya ini, 90% adalah anggota Rumah Kreatif Bank Mandiri. Sementara 10% lainnya, dipastikan akan bergabung juga karena pada saat acara, hamper semua mengisi formulir untuk anggota baru RKB.

“Hampir semua peserta UMKM yang hadir adalah anggota RKB yang memang menginginkan adanya informasi dan ilmu pengetahuan tentang upaya meningkatkan usahanya,” terang David, di sela-sela acara di Hotel Kampi Surabaya, Kamis (7/11/2019).

David juga menambahkan, sesuai dengan tema lokakarya yaitu “Strategi Daya Saing UKM Naik Kelas” yang dibawakan Motivator dan Akselerator Bisnis, Dr. Suryono Hadi Elfahmi, maka target dari kegiatan ini adalah supaya semakin banyak UMKM yang bisa naik kelas dan menjadi lebih baik lagi.

Motivator dan Akselerator Bisnis, Dr. Suryono Hadi Elfahmi saat menjadi pembicara di Business Development Services (BDS) dengan tema “Strategi Daya Saing UKM Naik Kelas”

Disisi lain, Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan Kanwil Jawa Timur I, Hari Murni menambahkan, kegiatan lokakarya ini juga merupakan bagian dari strategi DJP dalam membina UMKM dan menjadi bagian dari kegiatan nasional.

“Intinya, kami ingin meningkatkan mutu dari UMKM di Jawa Timur. Jadi kami tidak bicara soal pajak saja, tetapi bagaimana UMKM bisa berkembang. Karena harapannya ketika UMKM berkembang, maka otomatis masalah kontribusi pajak dari UMKM  juga akan berkembang menjadi besar,” terang Hari.

Sementara Motivator dan Akselerator Bisnis, Dr. Suryono Hadi Elfahmi menilai banyaknya UMKM yang kurang atau bahkan tidak bisa berkembang itu dikarenakan masalah pola pikir.

“Kebanyakan UMKM yang ada hanya berfikir bagaimana bisa tetap bertahan dan bisa untuk membiayai kebutuhan hidup saja. Pola piker ini yang harus dirubah menjadi lebih berorientasi pada memperbesar peluang sukses,” terangnya. (men)

Leave a Reply