Garda Oto Holiday Freestival Hadir di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – memasuki musim mudik lebaran 2015, Asuransi Astra kembali menggelar Garda Oto Holiday Freestival sebagai bagian dari program Garda Oto Holiday Campaign. Kali ini Surabaya menjadi tuan rumah Garda Oto Holiday Freestival dengan mengambil tempat di Lenmarc, Bukit Darmo Golf Surabaya.

Seperti dikemukakan Senior Branch Manager Surabaya Branch Asuransi Astra Yulianto, dalam Garda Oto Holiday Freestival ini, setiap pengunjung Lenmarc yang bertransaksi sebesar Rp 200 ribu dapat menukarkan struk belanja dengan satu Garda Oto eXperience Card (GOXC), yang berfungsi untuk mengatasi masalah selama berkendara.

“Dengan GOXC yang berlaku dari 1 Juni – 31 Juli 2015 ini, para pemegang kartu bias mendapatkan bantuan Cuma-Cuma ketika mendapat masalah selama berkendara seperti kehabisan bahan bakar, mogok di jalan, hingga kunci tertinggal di dalam mobil,” terang Yulianto.

Sementara menurut Manager Communication & Event Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto, ada cara lain yang dipakai untuk mendapatkan keamanan dan ketenangan selama perjalanan mudik melalui GOXC yaitu dengan mengunduh aplikasi Garda Mobile Otocare melalui Google Play dari ponsel maupun tablet.

“Bagi yang mengunduh aplikasi ini (meski bukan pelanggan Garda Oto), bisa mendapat e-GOXC dengan manfaat yang sama yaitu satu kali layanan darurat di jalan selama 24 jam dari Garda Siaga secara gratis hingga 31 Juli 2015.

Sedang mengenai kinerja dan perkembangan Asuransi Astra yang telah hadir sejak 1956, Yulianto menjelaskan bahwa saat ini Asuransi Astra telah memiliki jaringan layanan yang tersebar di 27 kantor cabang.

Dan berkembang bukan hanya di asuransi kendaraan bermotor, tetapi juga memiliki produk lain seperti asuransi industry pertambangan, asuransi industry agribisnis, asuransi SPBU, asuransi syariah, asuransi kesehatan Garda Medika dan lainnya.

“Untuk kinerja, pada tahun 2014, Asuransi Astra berhasil membukukan premi bruto (GWP) sebesar Rp 4,1 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1 triliun,” jelas Yulianto. (Edmen Paulus)

Leave a Reply