Gonjang-Ganjing Banyaknya Peserta yang Dikeluarkan dari Jalur PBI, Ini penjelasan BPJS Kesehatan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Gonjang-ganjing banyaknya peserta yang dikeluarkan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Kesehatan, khususnya kepesertaan jalur penerima bantuan iuran (PBI) sampai saat ini masih menjadi perbicangan, terutama di kalangan peserta PBI.

Ramainya permasalahan ini karena jumlah peserta yang dikeluarkan dari PBI secara nasional mencapai 4,6 juta orang. Sementara di Jawa Timur tercatat sebanyak 1,2 juta dan Surabaya di angka 53 ribu orang.

Menanggapi hal ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja menjelaskan, bahwa memang mulai Oktober 2019 ini, di jalur PBI yang dibiayai APBN, ada data kepesertaan yang digantikan sebanyak 4,6 juta. Sementara di Jawa Timur 1,2 juta dengan pengganti hanya sekitar 600 ribuan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja

“Ini juga terjadi di Surabaya, dimana ada sekitar 53 ribu peserta PBI yang dikeluarkan dan yang masuk hanya sekitar 20 ribuan peserta. Ini memang angka yang besar,” jelasnya pada kabarsurabaya.com di kantornya, Kamis (17/10/2019).

Masih menurut dr. Herman, hal ini terjadi karena ada proses evaluasi yang dilakukan pemerintah, mengingat pada tahun 2018 lalu ada banyak peserta mandiri yang menunggak yang kemudian dipindahkan sekaligus ke jalur PBI.

“Sekarang itu dikeluarkan dan di verifikasi ulang. Artinya nanti kalau yang dinilai mampu ya harus bayar sendiri, tapi yang gak mampu nanti ditanggung pemerintah,” tambah dr. Herman.

Selain itu, lanjut dr. Herman, ada juga langkah verifikasi terhadap masyarakat yang masuk kategori MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) yang kemarin juga masuk di jalur PBI. Ini juga dilakukan verifikasi ulang.

“Jadi bukan hanya sekedar dikeluarkan, tetapi sebenarnya dikeluarkan untuk dilakukan verifikasi ulang oleh dinas kesehatan maupun dinas social, agar nantinya yang memang masuk jalur PBI adalah mereka yang benar-benar tidak mampu,” tambahnya, sambil menerangkan bahwa dinas sosial memastikan hingga akhir November ini, data soal kepesertaan di jalur PBI sudah clear, baik jumlah maupun siapa-siap orangnya.

BPJS Kesehatan ingatkan untuk cek status kepesertaan lewat Mobile JKN

Oleh karena banyaknya jumlah kepesertaan yang dikeluarkan dari jalu PBI dan tidak ada pemberitahuan secara langsung pada masyarakat penerima bantuan iuran, maka BPJS Kesehatan menghimbau masyarakat, khususnya peserta PBI (baik APBN/APBD) untuk melakukan pengecekan secara mandiri status kepesertaannya di Mobile JKN.

“Masyarakat hendaknya melakukan pengecekan lewat mobile JKN, agar jangan sampai nanti pas sakit, ternyata kepesertaannya sudah tidak aktif. Kan jadinya repot dan harus bayar sendiri. Jadi peserta JKN-KISS harus melakukan self checking, apakan kepesertaannya aktif atau nggak,” jelas dr. Herman.

Dengan melakukan pengecekan status kepesertaan melalui mobile JKN ini juga agar masyarakat bisa melakukan langkah-langkah kedepan. Dimana kalau peserta yang sudah tidak aktif memang merasa tidak mampu, bisa mengurusnya ke Kelurahan sehingga bisa dimasukkan ke peserta PBI.

“Tapi kalau memang dirasa mampu, yang harus jadi peserta mandiri dengan mengurusnya langsung ke kantor BPJS Kesehatan atau melalui mobile JKN,” pungkas dr. Herman. (men)

Leave a Reply