HIPMI Surabaya harus Mampu Sebarkan Virus Enterpreneur ke seluruh Indonesia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kuswana Mandiri Septian terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Surabaya periode 2016-2019 secara aklamasi, setelah dua calon ketum lain, Yudhi Prasetiawan dan Radityo Suryo Hartanto, menyatakan mundur dari pencalonan.

Kuswana Mandiri Septian, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Surabaya periode 2016-2019 (kanan), bersama Ketua periode sebelumnya Abdul Ghofur (kiri)

Terpilihnya pengusaha muda yang sebelumnya menjabat Wakil Bendahara Umum tersebut, merupakan puncak kegiatan Muscab HIPMI Surabaya, dan berlangsung di Graha Kadin Jatim, Minggu (17/1/2016).

Meski hanya dihadiri 35 anggota, dari total anggota organisasi sekitar 300 pengusaha muda, namun tidak mengurangi keabsahan pemilihan Kuswana sebagai ketum selama 3 tahun kedepan, yang dilakukan secara mufakat ini.

Kuswana yang pengusaha otomotif itu menyatakan siap mengemban tugas bersama pengurus yang segera dipilih.

“Ini amanat dan tanggung jawab yang harus kami emban untuk membuat HIPMI Surabaya lebih baik,” kata Kuswana seusai Muscab.

Kuswara juga menambahkan bahwa ia akan segera mengumpulkan mantan calon Ketum lain untuk duduk bersama untuk merumuskan program kerja HIPMI Surabaya tiga tahun kedepan.

“Program-program mereka sangat bagus, sayang sekali jika tidak diakomodir,” kata pria kelahiran Jember tahun 1986 ini.

Pengusaha muda yang memiliki sejumlah otlet dealer motor Suzuki di Surabaya dan sekitarnya ini juga akan mendiskusikan program-programnya, di antaranya meningkatkan sinergitas antar anggota melalui berbagai kegiatan yang bersifat sosial.

“Melalui kegiatan yang akan kami jalankan itu kami harap hubungan seluruh anggota HIPMI Surabaya akan semakin erat dan akhirnya tidak menutup kemungkinan akan menelurkan sinergi bisnis antara mereka.

Selain itu dia juga ingin ada penularan virus enterpreneur atau wirausaha dengan membuat satu video inspiratif yang akan diunggah di Youtube hingga bisa disaksikan seluruh pengusaha dan masyarakat lainnya.

Harapannya, mereka yang belum berwirausaha akan tertarik dan akhirnya memutuskan untuk membangun usaha sendiri yang bisa menyerap tenaga kerja dan memajukan perekonomian rakyat Indonesia.

“Jadi, selain meningkatkan jumlah pengusaha, HIPMI Surabaya harus menjadi percontohan bagi HIPMI cabang lain di seluruh Indonesia. Surabaya harus lebih dulu berpacu menyebarkan virus enterpreneur ke seluruh penjuru tanah air,” tandasnya.

Dan yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah melakukan transfer keilmuan antar anggota. Pengusaha kecil atau pemula harus diberikan kesempatan untuk berkarya. Caranya bisa dengan meminta pemerintah untuk lebih simpati dan mau memberikan kesempatan kepada mereka mengerjakan berbagai proyek yang ada.

“Pemerintah harus peduli dan memberikan kesempatan kepada mereka. Karena 10 tahun hingga 15 tahun kedepan, pengusaha muda inilah yang akan menjadi penentu pergerakan ekonomi bangsa,” pungkas Kuswara. (Ep)

Leave a Reply