Crown Group Tetap Yakin, Pasar Indonesia Masih Terbuka untuk Investasi Property di Australia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya menjadi market yang potensial bagi Crown Group. Ini terbukti dari hasil penjualan yang dicapai Crown dari 2 proyek yang dipasarkan yakni Crown Ashfield dan Infinity by Crown Group di Indonesia, Surabaya memberikan kontribusi lebih dari 20% dari total pemasaran di Indonesia sekitar Rp 500 miliar selama tahun 2015.

Infinity by Crown Group, salah satu produk prestisius Crown Group di Australia

“Crown Surabaya berhasil membukukan nilai transaksi sebesar Rp150 miliar selama kurun waktu kurang dari 2 tahun untuk proyek-proyek Crown Group yang dipasarkan di Indonesia,” jelas Director of Sales & Marketing Crown Group, Roy Marcellus, kepada wartawan di Surabaya, Senin (21/12/2015).

Roy juga menegaskan bahwa untuk semester ketiga dan keempat pada tahun keuangan 2015-2016, pihaknya menargetkan tambahan nilai transaksi penjualan sebesar Rp400 miliar untuk pasar Indonesia.

“Ini karena kami akan menghadirkan 2 proyek terbaru senilai hampir Rp10 triliun yang akan dipasarkan secara global pada tahun 2016,” lanjutnya.

Sementara mengenai karakter orang Indonesia yang menjadi pembeli produk-produk Crown di Australia, menurut Roy bias dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu investor (yang akan menjualnya kembali suatu saat), pembeli yang mempersiapkan tempat tinggal bagi anaknya yang akan sekolah di Australia, dan mereka yang sudah mempersiapkan diri untuk melakukan migrasi pindah ke Sydney.

“Yang menarik, ternyata konsumen dari Indonesia, mayoritas justru mengambil unit-unit yang harganya mahal,” terang Roy.

Infinity by Crown Group, salah satu produk prestisius Crown Group di Australia

Hal ini terjadi karena konsep pembelian property di Australia sangat berbeda dengan di Indonesia, dimana konsumen sangat diuntungkan karena hanya perlu membayar 10% dari nilai jual property, dan baru akan mengangsurnya setelah serahterima unitnya.

“Jadi bida dibayangkan, dengan pembangunan apartemen yang membutuhkan waktu sekitar 4 tahun, dan hanya membayar 10%, maka pada saat serahterima unit, berapa kenaikan nilai property disana ? Tentu sangat menguntungkan, termasuk bila akan dijual kembali,” terang Roy.

Disisi lain, terkait dengan kenaikan target yang di patok oleh Crown Group, Sales Director Surabaya Office, Veronica Tanujaya, yang baru ditetapkan untuk menggantikan Harry Halim setelah mengundurkan diri, mengaku punya tanggungjawab dan tantangan yang luar biasa.

“Ini tantangan yang luar biasa bagi saya, karena selain harus melanjutkan kerja keras Harry Halim, kita juga harus meraih target baru yang ditetapkan kantor pusat kami di Sydney,” tandas alumnus University Technology of Sydney dalam bidang akuntansi dan keuangan ini.

Veronica Tanujaya sendiri sebelum bergabung dengan Crown, sempat tinggal di Sydney selama 9 tahun, dan bekerja di beberapa perusahaan multinasional seperti Colonial First State dan BNP Paribas sebagai Fund Accountant.

Infinity by Crown Group, salah satu produk prestisius Crown Group di Australia

Veronica menambahkan bahwa tentu saja bukan pekerjaan mudah bagi dirinya dan team Crown Surabaya untuk mencapai target yang ditentukan manajemen, namun pihaknya yakin dengan kerja keras dan dukungan strategi yang tepat, hal itu bias diraih.

“Tentu kami membutuhkan semua dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan target yang dicanangkan. Namun kami yakin dengan karakter konsumen Crown di Surabaya, Hal ini bias kami lakukan,” jelas Veronica.

Dan Surabaya memang menjadi kota yang istimewah bagi Crown Grup, karena salah satu pendiri Crown Group Holdings, yaitu Iwan Sunito, lahir di kota ini. (Ep)

Leave a Reply