-0.2 C
New York
Sabtu, Januari 23, 2021

Buy now

Huawei Gelar South Pacific Small Cell Summit




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) menyelenggarakan sebuah konferensi internasional yang membahas solusi untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan dengan menggunakan teknologi small cell.

Dengan bertempat di Crowne Plaza Hotel Jakarta, konferensi ‘South Pacific Small Cell Summit 2015’, dihadiri oleh lebih dari 150 pemimpin industri dan para ahli dari berbagai operator di Indonesia.

Menurut penelitian dari Ovum, small cell merupakan solusi paling ideal untuk meningkatkan kapasitas jaringan, khususnya di tempat-tempat yang sulit menangkap jaringan, atau pada saat jam sibuk, dimana kapasitas jaringan terpakai secara optimal.

Selain itu, small cell juga dapat mengurangi biaya penyebaran, mendukung penyebaran plug-and-play dan evolusi menuju penyebaran Licensed-Assisted Access (LAA), serta menciptakan peluang bisnis baru yang didorong oleh kemampuan navigasi teknologi ini.

Dengan mengusung tema “Small Cell: Road to Build a Better Connected World”, konferensi ini mengangkat topik-topik seputar peningkatan pengalaman pengguna di dalam maupun luar ruangan, bisnis digital di dalam ruangan, inovasi dalam industri, dan model-model kerjasama bisnis baru.

Berbagai operator terkemuka di Indonesia seperti Telkom, Telkomsel dan Tri (3) Indonesia juga berbagi informasi mengenai teknologi small cell dan kerjasama mereka dengan Huawei.

Pada kesempatan ini, seperti dikemukakan General Manager Solution Consulting Huawei Indonesia Mohammad Rosidi, Huawei juga meluncurkan LampSite 2.0, solusi small cell hasil inovasi terbarunya.

“LampSite 2.0 menawarkan data jaringan yang kuat d an kualitas suara yang jernih. Solusi ini mampu secara signifikan meningkatkan kecepatan transfer data dan mempercepat pemanfaatan spektral pada 256 QAM,” terang Rosidi, melalui siaran pers yang diterima kabarsurabaya.com, Kamis (17/9/2015).

LampSite 2.0 menyediakan kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendahulunya, mendukung jajaran acak dari tiga frekuensi secara bersamaan, serta memungkinkan penyebaran evolusi jangka panjang (LTE) dalam satu waktu.

“Tidak hanya itu saja, LampSite 2.0 juga memiliki fitur menarik seperti mendukung upgrade yang lancar ke solusi LAA dan memfasilitasi operator dalam menggunakan spektrum yang tidak berijin (non-licensed),” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen SDPPI) Muhamad Budi Setiawan, mengatakan, pemerintah peduli dengan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat Indonesia, dan memahami bahwa untuk mendapatkan layanan yang berkualitas, kita harus bersama-sama membangun jaringan yang lebih baik.

“Ada beberapa cara untuk meraihnya, mulai dari efisiensi spektrum tinggi, performa yang tinggi dengan cakupan dan kapasitas yang lebih baik, dan evolusi untuk masa depan.” Terang Budi Setiawan.

Lebih jauh Budi menyampaikan, saat ini kualitas jaringan yang lebih baik tidak hanya menjadi permasalahan di daerah pedesaan saja, daerah perkotaan juga menghadapi permasalahan yang sama.

Pengguna Mobile Broadband di Indonesia masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan jaringan komunikasi yang memadai, baik didalam maupun diluar gedung, terutama pada area dengan traffic penggunaan jaringan yang tinggi seperti stadium, bandara, stasiun kereta, dan gedung.

“Oleh sebab itu, solusi untuk mengurangi blank spot, khususnya di dalam gedung yang memiliki traffic jaringan cukup tinggi,harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Disisi lain, Dr. Peter Zhou, President of the Huawei Small Cell Product Line mengatakan, pertumbuhan yang sangat cepat di pasar mobile broadband menciptakan tantangan dan juga kesempatan.

“Small Cell memiliki potensi pasar yang sangat besar dan diprediksi akan menghasilkan permintaan sekitar USD 20 milyar dalam lima tahun mendatang,” terangnya.

Sementara itu, Rosidi  juga menambahkan, South Pacific Small Cell Summit merupakan sebuah langkah untuk berdiskusi mengenai potensi small cell dan menciptakan ide-ide inovatif untuk bersama-sama mengembangkan industry telekomunikasi di Indonesia.

“Small cell merupakan teknologi mutakhir sebagai solusi atas kebutuhan jaringan komunikasi yang lebih lancar dan dapat mengakomodir ekspektasi masyarakat Indonesia terhadap konektivitas multi-services,” lanjut Rosidi.

Rosidi juga berharap, hadirnya LampSite 2.0 mampu menjawab permasalahan jaringan yang kerap terjadi, seperti suara yang kurang jelas ketika menelepon dan koneksi internet yang terputus secara tiba-tiba karena sinyal yang tidak stabil. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,398FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles