14.1 C
New York
Sabtu, November 21, 2020

Buy now

Ikhlas dan Sabar adalah Kunci Sukses Kader JKN




SURABAYA (kabarsurabaya.com)Ikhlas, itulah modal utama yang dipegang Suparmi, warga Medayu utara gg 26 No 3 RW 04 RW 13,Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut Surabaya, sebagai Kader JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat).

Sebagai Kader JKN yang menangani wilayah Kecamatan Rungkut dan membawahi Kelurahan Kedung Baruk, Kelurahan Kalirungkut dan Kelurahan Rungkut Kidul, Suparmi menangani jumlah tagihan sekitar 900 an orang.

Menjadi petugas Kader JKN BPJS Kesehatan Surabaya ditekuni Suparmi, karena sebelumnya ia memang sudah terbiasa menolong orang-orang yang dikenalnya.

“Modal saya menjadi kader JKN adalah karena dulunya saya sudah terbiasa menolong orang-orang yang saya kenal, baik itu ngurus BPJS, pelayanan kependudukan, kerja sosial, dan beberapa kegiatan lain,” terang ibu yang berusia 51 tahun ini kepada awak media.

Suparmi, Kader JKN yang membantu BPJS Kesehatan Cabang Surabaya

Suparmi menjelaskan, sejak terjun langsung ke lapangan menjadi kader JKN, memang banyak hal yang dipelajarinya karena karakter masing-masing orang yang dikunjunginya sangat berbeda. Tapi lama-lama Ia menjadi terbiasa menghadapi banyak orang dengan banyak polanya.

“Saya bekerja sambil belajar juga. Seperti apa itu BPJS kesehatan, bagaimana cara menagih yang santun dan trick bagaimana menghadapi peserta BPJS yang menunggak. Dan yang pasti saya belajar banyak soal kesabaran dan keiklasan,” tambah Suparmi.

Suparmi juga menjelaskan bahwa dirinya juga selalu melakukan evaluasi terhadap hasil kerjanya, dan memetakan daerah atau wilayah mana saja yang terdeteksi pesertanya agak susah ketika diingatkan untuk membayar iurannya yang menunggak.

“Itu semua menjadi pembelajaran buat saya sekaligus tantangan. Karena faktanya, banyak masyarakat yang ketika ingatkan untuk membayar, mereka punya banyak alasan, seperti belum ada uang, atau justru bertanya untuk apa membayar, dan bahkan ada juga yang terang-terangan tidak mau membayar,” imbuhnya.

Semua itu, lanjut Suparmi, dihadapinya dengan sabar dan tidak kenal menyerah untuk menjelaskan ke satu-persatu orang, tentang pentingnya membayar iuran BPJS Kesehatan agar tidak kesulitan nantinya ketika sakit.

“Iurannya atau tunggakannya harus dibayar ya bu. Soalnya kalau gak di bayar, nanti kartunya bisa terblokir atau non aktif. Nah kalau sudah begitu, repotnya pas kartu dibutuhkan untuk berobat, tidak bisa digunakan,” terangnya sambil mencontohkan beberapa trik yang dipakainya untuk membuat masyarakat mau membayar atau melunasi tunggakan iuran BPJS masyarakat diwilayah kerjanya.

Banyak suka duka yang dialami Suparmi saat menjalani profesi sebagai Kader JKN. Salah satunya adalah ketika sedang berkunjung ke salah satu rumah warga yang pagarnya tertutup dan harus menyampaikan dari luar pagar. Tapi pemilik rumah tidak keluar, malah anjingnya yang  keluar sambil menggonggong.

“Ya sempat keder dan takut juga juga kalau sudah seperti itu,” jelas Suparmi sambil tersenyum

Selain itu, tidak jarang juga Ia dianggap tukang minta-minta sumbangan, padahal ID card dan surat tugas sudah ditunjukkan. Begitu juga ketika saya masuk halaman rumah dan sempat melihat ada orang dirumah, tapi setelah di ketok-ketok pintunya mereka tetap saja tidak mau keluar.

“Tapi karena “Ikhlas” adalah modal utama saya melakukan pekerjaan ini, ya semua itu saya jalani dengan hati gembira dan tenang saja. Apalagi saya gak terlalu mikir apakan memenuhi target atau tidak itu urusan belakangan. yang penting saya ingin membantu masyarakat dan juga agar kedepannya image pelayanan Kader JKN bisa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kewajiban menjadi peserta JKN-KIS telah diatur oleh negara. Dan sebagai kader JKN, selain menagihkan iuran yang menunggak, Suparmi juga selalu melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjadi peserta JKN, serta membantu masyarakat baik soal pendaftaran peserta mandiri, pindah faskes, cara turun kelas dan naik kelas, serta mengedukasi masyarakat agar mendownload aplikasi mobile JKN. (men)




Related Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,441PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...