Jamhadi : UU Tapera Banyak Kebaikannya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (UU Tapera) yang memiliki tujuan mulia, yakni memberikan kesempatan kepada semua pekerja, baik yang bekerja mandiri maupun bekerja dalam sebuah perusahaan bisa memiliki rumah, ternyata tidak berjalan mulus. Ini disebabkan ada beberapa faktor yang dianggap memberatkan.

Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi (tiga dari kiri) saat jadi pembicara dalam diskusi bisnis yang diadakan Radio Pass FM di Hotel Santika Pandegiling, Senin (28/3/2016)

Namun sebagai penguat dan penunjang dari target Pemerintah untuk memuluskan Program Sejuta Rumah, bagi banyak pihak juga dinilai sangat tepat.

Ini pula yang dikemukakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi, yang menganggap maksud baik dari pemerintah untuk memberikan fasilitas memiliki rumah dengan mudah, sebagai hal yang mulia.

Meski diakui Jamhadi, dalam pelaksanaannya UU Tapera yang ditargetkan dapat direalisasikan implementasinya mulai tahun 2018 ini, perlu disosialisasikan dengan baik. Dan perlu segera dibuat peraturan pemerintahnya.

“Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan harus segera menyusun peraturan pemerintah, termasuk peraturan badan pengelola tapera (BP Tapera) atau aturan presiden dan keputusan presiden. Termasuk penetapan Bank Kustodiannya,”terangnya saat ditemui disela sela diskusi bisnis yang diadakan Pass FM di Hotel Santika Pandegiling, Senin (28/3/2016).

Jamhadi juga menganggap Tapera bisa menghidupkan kembali bisnis property yang cukup lesu, mengingat dalam bisnis property ada lebih dari 170 bisnis penunjang yang juga akan bergerak.

“Dengan berjalannya Tapera ini, kan bukan hanya bisnis property saja yang akan jalan. Disini juga ada lebih dari 170 bisnis penunjang yang akan bergerak juga, seperti industri cat, keramik, besi, semen, dan lainnya,” tambah Jamhadi.

Namun Jamhadi tidak menampik bahwa dalam pelaksanaannya nanti pasti akan muncul beberapa permasalahan, baik dari sisi karyawannya maupun perusahaan karena perusahaan juga terkena biaya tambahan lagi untuk membantu karyawan dalam Tapera ini.

“Belum lagi dari sisi karyawannya, apa semua juga mau dipotong 2,5% untuk Tapera? Bagiamana dengan yang sudah punya rumah? Ya pasti adalah beberapa hal itu,” jelasnya.

Karena itu Ia menyarankan agar mulai sekarang, semua pihak yang akan terkait dengan masalah Tapera ini mempersiapkan diri sedini mungkin, agar bias berjalan lancer semuanya.

“Ini jelas banyak faedahnya kok,” pungkas Jamhadi. (EP)

Leave a Reply