Jatim Wujudkan Tata Niaga Komoditas Pangan Strategis lewat Kerjasama Antar Daerah yang Bersinergi Dengan BUMD

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Menindaklanjuti Rapat Koordinasi Wilayah TPID Jawa Timur terdahulu yang dilakukan pada Mei 2015, TPID Jawa Timur berupaya memperkuat peran Pemerintah Daerah dalam percepatan pembenahan Tata Niaga komoditas pangan strategis di Jawa Timur, melalui inisiasi percepatan implementasi kerjasama antar daerah yang bersinergi dengan BUMD.

Program yang diharapkan dapat terimplementasi pada awal Tahun 2016 ini, dirumuskan melalui Rapat Koordinasi Wilayah TPID kedua se-Jawa Timur pada tanggal 14 Desember 2015 yang mengangkat tema Penguatan Fungsi Buffer Stock Komoditas Pangan Strategis melalui Kerjasama Antar Daerah di Jawa Timur”.

Rapat Koordinasi Wilayah TPID kedua se-Jawa Timur

Arahan terkait penguatan strategi pengendalian inflasi disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang juga sekaligus sebagai pengarah TPID Jawa Timur, Benny Siswanto.

Sementara Sekretaris Daerah Jawa Timur, Akhmad Sukardi selaku Ketua TPID Provinsi Jawa Timur yang membuka acara, menggarisbawahi pentingnya komitmen tindak lanjut dari setiap Rakorwil yang telah dilakukan.

Beberapa upaya percepatan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil Rakorwil antara lain :

  1. Aspek penguatan kelembagaan, yaitu penandatanganan kesepakatan bersama terkait kerjasama antar daerah antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kab/Kota, BI dan BUMD Provinsi dan penyelarasan program kerjasama antar daerah ke dalam program kerja pemda
  2. Aspek penguatan produksi, distribusi dan konektivitas, yaitu penguatan landasan regulasi yang mendasari penguatan fungsi BUMD sebagai lembaga buffer, dukungan alokasi anggaran dari APBD untuk penguatan infrastruktur BUMD dan peningkatan kerjasama Pemda dengan Perbankan dalam hal pembiayaan BUMD
  3. Aspek Kajian & Informasi, dan Regulasi & Monitoring, yaitu penguatan landasan regulasi yang mendasari penguatan fungsi BUMD sebagai penyedia informasi data pasokan dan mendorong peningkatan infrastrukur dalam mendorong sistem informasi yang terintegrasi
  4. Aspek Pengendalian Ekspektasi, yaitu meningkatkan sinergi dalam menjaga kesinambungan pasokan komoditas pangan strategis di masing-masing daerah.

Ke depan, implementasi program ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan struktural yang menjadi kendala dalam pengendalian inflasi di Jawa Timur, yaitu masih lemahnya sistem kelembagaan di sektor pertanian yang berdampak pada tata niaga pangan yang tidak efektif dan efisien. (Ep)

Leave a Reply