Jawa Timur Jadi Pasar Utama Huawei

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sebagai merek smartphone terbesar ketiga secara global, Huawei Device Indonesia pada tahun 2016 ini, menargetkan mampu menguasai pasar hingga 10 persen dari total penjualan gadget di Indonesia.

Keyakinan ini disampaikan President of Huawei Consumer BG South Pacific Region, Peter Tong, saat meresmikan kerja sama dengan perusahaan manufaktur lokal, PT Panggung Electric Corporation (PT Panggung) Sidoarjo, untuk memproduksi satu juta perangkat 4G di Indonesia, Selasa (3/5/2016).

Jawa Timur Jadi Pasar Utama Huawei

“Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial, karena peminat mudanya sangat tinggi di sini. Karena itu kami yakin akan mampu merebut 10 persen dari pasar gadget yang ada di Indonesia pada tahun 2016 ini,” ungkapnya.

Menurut Peter, upaya ini diharapkan bisa dicapai melalui pasar Jawa Timur yang memang sampai saat ini menjadi contributor terbesar penjualan Huawei.

“Kami memang belum bisa berbuat banyak untuk pasar Jakarta. Tetapi di Jawa Timur kami sudah menjadi pemain utama. Kaerena itu kami akan mendorong penjualan di Jawa Timur, agar bias mencapai target penguasaan pasar 10 persen,” tambah Peter Tong.

Sementara Consumer Business Group Director Huawei, Johnson Ma, mengungkapkan bahwa saat ini kapasitas pabrik Huawei yang ada di Indonesia baru mampu mencapai 2.880.000 per tahun dengan 6 line produksi.

“Kedepannya ini akan kita genjot lagi dengan tambahan satu line produksi lagi. Tentu saja ini akan meningkatkan produksi lebih banyak lagi,” jelasnya.

Sedangkan President Direktur PT Panggung Electric Corporation, Ali Soebroto Oentaryo, menjelaskan bahwa untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan, maka pabrik yang ada di Indonesia hanya akan melakukan perakitan dan quality control. Sedangkan bahan bakunya langsung di impor dari negara asalnya, China.

“Dengan begitu, standar dan kualitas produk Huawei yang ada di pasaran local akan benar-benar terjamin dan sama dengan produk yang beredar di Negara-negara lain,” jelas Ali.

Dan bahkan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan pasar di dunia yang menginginkan kualitas yang prima terhadap produk Huawei, Huawei rela mengeluarkan modal yang tak sedikit dengan mendirikan Research & Development (R&D) center, serta manajemen kontrol berkualitas di 17 tempat di beberapa negara, dengan total karyawan hingga 17.000 orang.

“Kami memang tidak mau setengah-setengah. Karena itu untuk masalah R&D ini, Huawei menamkan investasinya hingga 10 persen dari penghasilan Huawei,” tegas Ellen A Gunawan, Direktur Marketing Huawei Device Indonesia.

Ellen juga menjelaskan bahwa keseriusan Huawei dalam hal kualitas, design dan kemajuan tehnologi, dibuktikan dengan mengambil tenaga-tenaga handal teknologi gadget dunia, demi pengembangan produksinya. (EP)

Leave a Reply