JK Minta Exxon Mobil Tingkatkan Produksinya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla (JK) meminta Exxon Mobil Cepu Limited agar terus meningkatan produksi puncak minyak Blok Cepu di Kecamatan Gayam Bojonegoro dari 165 ribu barel menjadi 205 ribu barel per hari.

Hal ini disampaiakan JK, saat bersama Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan kerja ke Lapangan Banyu Urip Blok Cepu Bojonegoro dalam rangkaian kunjungan kerja di Jatim yang sebelumnya mengunjungi PT TPPI Tuban.

Pertemuan tertutup JK dengan Gus Ipul, Bupati Bojonegoro, SKK Migas, Menteri ESDM, Manajemen EMCL (Exxon Mobil Cepu Limited) di Gedung Admin B Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Sabtu (26/12/2015)

Tiba di lokasi kurang lebih pukul 14.40, JK langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Gus Ipul, Bupati Bojonegoro, SKK Migas, Menteri ESDM, Manajemen EMCL (Exxon Mobil Cepu Limited) di Gedung Admin B Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Sabtu (26/12/2015).

Sebelum melakukan rapat terbatas, JK melakukan peninjauan lokasi sumur minyak Banyuurip bersama rombongan menggunakan bus. Menurut JK, puncak produksi Blok Cepu sebesar 205 ribu barel per hari (bph) ditargetkan akan tercapai pada bulan Maret tahun 2016. Saat ini produksi Lapangan Banyu Urip sudah mencapai 130 ribu barel per hari.

“Awal bulan ini sudah produksi, puncaknya diperkirakan Maret. Produksi puncak minyak Blok Cepu mampu memasok produksi minyak secara nasional 20 persen. Sekarang ini produksi rata-rata minyak nasional sekitar 800 ribu barel per hari,” kata dia.

Sesuai laporan Exxon Mobil Cepu Limited, produksi minyak Blok Cepu di Kecamatan Gayamakan meningkat bertahap. Saat ini, rata-rata produksi sekitar 130 ribu barel per hari, dan kemudian naik mencapai produksi puncak rata-rata 165 ribu barel per hari. Produksi minyak Blok Cepu dihasilkan dari 45 sumur minyak di tiga lapangan, di antaranya 12 sumur injeksi gas dan air.

Produksi minyak Blok Cepu, didistribusikan melalui pipa sepanjang 76 kilometer ke tempat penampungan di kapal tangki Gagak Rimang di laut di Palang Tuban. Sebagian lainnya diolah di kilang minyak kelolaan Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

Seperti diketahui, Kontak Kerjasama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dan meliputi wilayah Area Kontrak Cepu, di area Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mobil Cepu Ltd. (MCL), Ampolex (Cepu) Pte. Ltd. dan Pertamina EP Cepu bersama-sama merumuskan komposisi Kontraktor dibawah KKS Cepu. KKS Cepu ini memiliki kewenangan atas 10% modal serta keuntungan yang ditujukan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). KKS Cepu akan berlaku selama 30 tahun.

Berdasarkan Perjanjian Operasi Bersama, Joint Operating Agreement (JOA) yang dirumuskan oleh pihak Kontraktor , MCL bertindak sebagai operator dari KKS Cepu sebagai wakil dari para Kontraktor.

Proyek Banyu Urip adalah proyek pertama yang dikembangkan pada masa setelah penandatanganan KKS, yang termasuk didalamnya pengembangan lapangan minyak Banyu Urip. Penemuan Lapangan Minyak Banyu Urip diumumkan pada April 2001 dan diperkirakan memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel. Pada masa produksi puncak, lapangan minyak Banyu Urip memiliki desain kapasitas produksi hingga 165 ribu barel minyak per hari.

Usai melakukan kunjungan singkat, JK bersama Menteri ESDM Sudirman Said, Gus Ipul beserta rombongan dengan menggunakan Helikopter menuju Jombang untuk menghadiri peringatan wafatnya Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid atau Gus Dur di Jombang. (Ki/Ep)

Leave a Reply