Kanwil DJP Jatim I : Tinggal satu bulan, Hendaknya Wajib Pajak Maksimalkan Insentif Penghapusan dan Keringanan Sanksi Pajak Tahun 2015

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Timur I mengingatkan kembali kepada para wajib pajak (WP) agar me­manfaatkan insen­tif penghapusan serta keringanan sanksi pajak yang ditawarkan hingga akhir tahun 2015 ini.

Seperti dikemukakan Kepala Kanwil DJP Jatim I, Hestu Yoga Saksama, tahun keringanan pajak ini tinggal satu bulan, sehingga WP diharapkan segera menyelesaikan urusan pajaknya yang belum beres.

“Sebab tahun 2016 telah di­canangkan menjadi tahun penegakan hukum pajak (law enforcement), dimana penindakan tegas akan dilakukan,” terangnya usai acara diskusi perpajakan dengan para wajib pajak (WP), di Hotel Mercure Surabaya, Senin (30/11/2015)

Kepala Kanwil DJP Jatim I, Hestu Yoga Saksama, didampingi Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Jatim I, Teguh Pribadi Prasetya, usai acara diskusi perpajakan dengan para wajib pajak (WP), di Hotel Mercure Surabaya, Senin (30/11/2015)

Seperti diketahui, PMK No.29/PMK.03/2015 adalah penghapusan sanksi administrasi bunga utang pajak yang terbit berdasarkan Pasal 19 ayat 1 UU No 6/1983 tentang Ketentuan Umum Perpajakan yang telah diubah menjadi UU No.16/2009.

Sedangkan PMK No.91/PMK.03/2015 adalah pe­ngurangan atau pengha­pusan sanksi administrasi atas keter­lambatan pe­nyampaian SPT, pembentulan SPT dan ke­terlambatan penyetoran (pela­poran) pajak.

Hestu juga menambahkan, Kanwil DJP Jawa Timur I cukup intensif dalam mensosialisasikan kedua regulasi yang memberikan keringanan atas kesalahan/kelalaian yang dila­ku­kan wajib pajak.

“Hasil sementara, ter­catat sudah ada sebagian wajib pajak  memanfaatkan insentif keringanan sanksi tersebut,” terangnya.

Terkait dengan target pajak yang ditetapkan untuk tahun ini, Hestu mengaku sangat yakin bisa mencapai target, karena dari sejumlah sosialisasi dan kegiatan lain, terlihat antusiasme WP yang cukup tinggi terhadap keringanan yang ditawarkan pemerintah tersebut.

“Kebiasaan masyarakat Indonesia, termasuk waga Jawa Timur, gemar memanfaatkan peluang di masa-masa akhir atau injuri time. Jadi kami masih yakin bisa terpenuhi,” ujar Hastu.

Meski demikian, Hestu juga menerangkan bahwa dengan adanya kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan tahun ini, pihaknya cukup realistis dan hanya menargetkan realisasi pajak antara 87 persen sampai 89 persen hingga akhir tahun 2015, yaitu Rp38,6 triliun.

“Target ini kami rasa cukup realistis mengingat kondisi ekomoni lesu dan berimbas pada lambatnya penerimaan pajak tahun ini. Tapi kami yakin bisa tercapai karena realisasi hingga sekarang sudah tercapai sekitar 69,36 persen atau senilai Rp26,7 triliun,” terangnya.

Meskipun belum terlalu besar, nilai itu sudah di atas capaian nasional yang baru sekitar 65,52 persen atau senilai Rp848 triliun dari total target nasional Rp1.259 triliun.

“Memang target kami tetap di atas nasional. Jika nasional diperkirakan bisa mencapai 85-87 persen hingga akhir tahun nanti, Jatim I sedikit lebih tinggi, yaitu 87-89 persen,” pungkas Hestu. (Ep)

Leave a Reply