34 C
New York
Selasa, Agustus 9, 2022

Buy now

Kegiatan Perekonomian Surabaya Relatif Stabil, Meski Terjadi Penurunan Keyakinan Konsumen

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kegiatan perekonomian Surabaya menunjukkan perkembangan yang relative stabil meskipun aktivitas konsumsi masyarakat pada Agustus 2015 cenderung mengalami penurunan.

Hal ini terindikasi pada pertumbuhan penjualan riil eceran Agustus 2015 yang sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (mtm), serta bulan yang sama pada tahun sebelumnya (yoy).

Penurunan konsumsi masyarakat secara dominan berasal dari kelompok barang budaya dan rekreasi, diikuti oleh kelompok barang sandang dan suku cadang pasca momen lebaran. Namun penurunan tersebut masih mampu ditahan oleh peningkatan permintaan terhadap kelompok barang makanan, minuman dan tembakau.

Dikatakan Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Syarifuddin Bassara, diprediksi pada bulan September 2015 penjualan riil eceran akan tetap meningkat, karena masih ada dorongan oleh hampir seluruh kelompok barang, kecuali kelompok suku cadang yang tercatat stabil.

“Ini menunjukkan keyakinan konsumen Surabaya pada bulan September 2015, cendereng mengalami penurunan optimisme, karena turunnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK),” terangnya dalam rilis yang diterima kabarsurabaya, Selasa (13/10/2015).

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE),beberapa kelompok komoditas mengalami penurunan, yaitu kelompok suku cadang dan aksesoris, perlengkapan rumah tangga lainnya, barang budaya dan rekreasi, dan kelompok komoditas barang lainnya.

“Kelompok komoditas barang budaya dan rekreasi mengalami penurunan paling dalam, tercermin dari perubahan indeks riil penjualan eceran sebesar -8,02% (mtm),” kata Syarifuddin.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa penurunan penjualan terjadi pada semua sub kelompok barang sebagai dampak menurunnya permintaan pasca tahun ajaran baru. Sementara kelompok bahan bakar dan pelumas relatif stabil, menunjukkan momen mudik lebaran tidak berdampak pada permintaan terhadap bahan bakar secara signifikan.

Untuk bulan September 2015, kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau diindikasikan akan mengalami peningkatan, yang terlihat dari perubahan indeks riil penjualan eceran yang naik sebesar 1,98% dibanding bulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan permintaan sub kel kelompok makanan jadi.

“Demikian pula kelompok bahan bakar dan pelumas, perlengkapan rumah tangga lainnya serta barang lainnya dan komoditas makan, minuman dan tembakau,” lanjutnya.

Kenaikanindeks perkiraan penjualan eceran sebesar 2,65% (mtm) untuk komoditas makan, minuman dan tembakau, didorong oleh ekspektasi kenaikan permintaan sub kelompok minuman yang relatif tinggi.

Dari hasil Survei Konsumen (SK), IKK September 2015 tercatat menurun dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari 126,9 menjadi 99,6 yang mengindikasikan bahwa masyarakat cenderung berkeyakinan mengalami penurunan optimisme.

Berdasarkan profil responden, penurunan optimisme keyakinan konsumen didominasi oleh responden laki-laki, kelompok pengeluaran menengah atas (Rp 4,1 – 5 juta), usia tua (41 – 50 tahunh), tingkat pendidikan pasca sarjana serta responden dengan pekerjaan non formal. Penurunan IKK tersebut didorong oleh pergerakan negatif IEK dan IKE.

Penurunan IEK terjadi di hampir seluruh indikatornya, dengan penurunan terdalam pada ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan yang akan datang, yang turun sebesar 46,3 poin menjadi 75,8 poin. Sementara penurunan IKE didorong oleh keterbatasan ketersediaan lapangan kerja yang nilai indeksnya (72,3 poin) merupakan titik terendah dalam 2 tahun terakhir. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles