Kominfo Jatim Akan Launching Program Satu Juta Domain Gratis

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dengan menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM Prov Jatim serta akademisi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim segera melaunching Program Satu Juta Domain Gratis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Jatim punya ribuan UMKM, sekarang masih dalam proses pendaftaran. Kami optimistis segera melaunching Program Satu Juta Domain Gratis paling  lambat Mei tahun ini,” kata Kepala Dinas Kominfo Jatim, Eddy Santoso usai menerima kunjungan Direktur Electronic Business (e-business) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, Ashar Hasyim, di Kantor Kominfo Jatim, Selasa (5/4/2016).

Kominfo Jatim Akan Launching Program Satu Juta Domain Gratis

Menurutnya, persyaratan UMKM untuk mengikuti program pemerintah pusat ini, cukup mudah yakni hanya menyertakan surat ijin usaha dan KTP, serta menyiapkan nama domain sesuai jenis usahanya dengan jumlah minimal tiga nama domain.

“Kami minta pendaftar menyiapkan tiga nama domain agar ada pilihan jika terdapat nama yang sudah terpakai,” tuturnya.

Eddy optimistis jika target 5.000 domain saat launching dapat tercapai, mengingat potensi UMKM yang tersebar di 38 kabupaten/kota sangat besar dan bersemangat untuk terus berkembang menyambut era Mayarakat Ekonomi Asean (MEA).

”Ini masih tahap pertama, karena total keseluruhan Jatim ditargetkan 60.000 domain,” ungkapnya.

Direktur e-Business Kemkominfo, Ashar Hasyim mengatakan, selain mendapatkan nama domain, hosting, dan desain website gratis, UMKM atau pihak yang terdaftar di program ini juga mendapatkan pendamping, serta pelatihan untuk mengoperasionalkan website hingga bisa berjalan maksimal sesuai target.

”Pemberian domain gratis rentang waktunya satu tahun itu termasuk pendampingan serta pelatihan berkelanjutan,” jelas Ashar.

Program Satu Juta Domain Gratis, dikatakan Ashar diperuntukkan bagi UMKM yang punya produk unggulan dan ingin mengembangkan usahanya secara online.

”Banyak keuntungan yang didapat saat UMKM memanfaatkan teknologi internet, salah satunya dapat menembus batas waktu dan wilayah, sehingga mereka bisa menjual produknya hingga ke luar negeri bukan hanya di Indonesia saja,” kata Ashar.

Prof Mochamad Hariadi dari Institut Sepuluh Nopember (ITS) menuturkan, program ini sangat tepat untuk membantu UMKM di Jatim berkembang dengan memanfaatkan internet. Ia berharap, ke depan Jatim bisa mengembangkan jaringan sehingga seluruh masyarakat khususnya UMKM tidak mengandalkan situs gratis dari luar seperti youtube, facebook, twitter, blog yang nyata nyata menguntungkan pihal asing.

“Bayangkan saja youtube tahun lalu mendapatkan keuntungan iklan dan pengunjung dari Indonesia sebesar Rp 1,5 triliun. Sedangkan masyarakat kita hanya dapat tontonan gratis, itu sangat disayangkan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, yang perlu jadi perhatian pemerintah adalah membantu memasarkan produk UMKM sehingga bisa berkembang dan maju.

“Pelaku UMKM harusnya hanya konsentrasi di kualitas hasil produknya, pemasarannya bisa dibantu pemerintah,” tuturnya. (KJ/EP)

Leave a Reply