-3 C
New York
Sabtu, Januari 9, 2021

Buy now

KPPU KPD Surabaya Terus Awasi Harga Komoditi Pangan




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar yang terus melemah dan sudah menembus angka Rp.14.300,- per 1 US$, memang lebih banyak didominasi karena faktor eksternal tinimbang internal.

Diantaranya adalah, ketidakpastian kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk menaikkan atau tidak menaikkan suku bunga, devaluasi mata uang Tiongkok, Yuan, hingga menurunnya harga minyak dunia.

Terlepas dari apapun penyebabnya, pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah perlu menyiapkan formula yang tepat agar melemahnya nilai tukar rupiah tidak berdampak pada masyarakat, paling tidak meminimalisir dampaknya.

Dengan melemahnya nilai tukar rupiah, dampak paling nyata yang dihadapi masyarakat adalah melemahnya daya beli, akibat menurunnya pertumbuhan perekonomian nasional.

Melemahnya daya beli masyarakat secara sederhana dapat dilihat dengan membaca data menurunnya penjualan komoditi atau barang, seperti menurunnya angka penjualan property hingga lesunya pasar otomotif.

Pelambatan pertumbuhan ekonomi disertai dengan kombinasi melemahnya nilai tukar rupiah ini seyogianya disikapi dengan membuat kebijakan-kebijakan yang taktis dan strategis dan tentunya responsive.

Salah satu kebijakan yang dapat diambil untuk tidak menambah “penderitaan” ,masyarakat adalah dengan mengawasi dan menjaga kestabilan harga pangan.

Negara harus turun dan responsif terhadap ulah oknum yang mengambil keuntungan berlebihan dikala kondisi sulit.

Dan selama beberapa pekan, kita disuguhi pemberitaan tentang melonjaknya harga pangan. Daging sapi, ayam, cabai hingga garam.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam kegiatan inspeksi mendadaknya (sidak) menemukan indikasi dugaan menahan stok daging sapi yang mengarah kepada perilaku kartel. Hal ini lah yang diduga menjadi penyebab melonjaknya harga daging sapi.

Oleh sebab itu, KPPU KPD Surabaya, seperti dikemukakan Kepala KPD Surabaya M. Hadi Susanto dalam rilis yang diterima kabarsurabaya.com, Jumat (11/9/2015), akan terus memantau kondisi di lapangan, khususnya komoditi pangan strategis  untuk mengetahui pergerakan harga dan ketersediaan stok komoditas tersebut.

“Pengawasan ini penting, agar harga pangan tetap terpantau dan terkendali, sehingga tercipta stabilitas harga pangan yang pada ujungnya, menyelamatkan daya beli konsumen, khususnya di wilayah KPPU KPD Surabaya,” terang Hadi. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,323FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles