Minat Go Public Perusahaan di Surabaya Ternyata Cukup Tinggi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pasar Modal Indonesia berhasil mencatatkan 76 Perusahaan Tercatat baru yang merupakan peningkatan sebesar 22,27 persen total Fund Raised Initial Public Offering, yaitu sebesar Rp 150,3 triliun pada tahun 2019, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 123,6 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa minat Perusahaan-perusahaan masih tinggi untuk mencari alternatif pendanaan di pasar modal.

Bertujuan mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaan, khususnya di Provinsi Jawa Timur, untuk lebih maju dan berkembang dengan menjadi Perusahaan Tercatat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerjasama menyelenggarakan acara Business Owner Workshop 2020: “Suksesi Perusahaan Keluarga melalui IPO” di Hotel Kampi Surabaya, Kamis (27/2/2020).

Acara yang kerap diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia tersebut juga merupakan kolaborasi dengan lima komunitas Tionghoa di Surabaya, yaitu Organisasi Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI), Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Generasi Muda Indonesia Tionghoa Jawa Timur (Gema Inti), Komunitas Billionnaire Mindset Jawa Timur, dan Muda Mudi Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (HAKKA) Surabaya.

Minat Go Public Perusahaan di Surabaya Ternyata Cukup Tinggi

Pada tahun 2019, survey menunjukan inklusi pasar modal di Indonesia masih sangat rendah, sampai dengan 31 Januari 2020 jumlah investor di Indonesia masih sekitar 1.117.025 SID atau hanya 0,45% populasi Indonesia. Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh KSEI, jumlah investor di Provinsi Jawa Timur berjumlah sekitar 139.187 SID atau 0,35% dari total penduduk di Provinsi Jawa Timur sebanyak 40 juta orang.

Selain itu pula, Provinsi Jawa Timur memiliki pertumbuhan GDP regional sebesar 5,52 persen yang berada di atas pertumbuhan GDP Nasional pada tingkat 5 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang tinggi untuk dapat berkembang dalam bidang ekonomi, dan pasar modal, pada khususnya.

Acara workshop go public kali ini mengundang peserta yang terdiri dari perusahaan-perusahaan potensial yang merupakan anggota organisasi, komunitas, dan perkumpulan pebisnis yang memiliki kantor dan melakukan operasional di Jawa Timur.

Kemudian, acara juga dilanjutkan dengan workshop wartawan yang mengundang wartawan lokal dengan narasumber Kepala Kantor Perwakilan Jawa Timur Dewi Sriana dan membahas tentang update perkembangan pasar modal dan pencapaian BEI pada tahun 2019 yang lalu.

Adapun rangkaian acara Business Owner Workshop 2020 ini dibuka dengan sambutan oleh Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 2 BEI Nur Harjantie. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua SIDDHI Cabang Surabaya Ong Pendopo Winoto. Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Regional IV Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi juga turut menyampaikan sambutan pada acara workshop go public sebelum memulai seminar.

Acara pun dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh pembicara yang ahli di bidang pasar modal, yaitu Area Manager PT UOB Kay Hian Sekuritas Edwin Jayandaru menjelaskan strategi dan persiapan go public dan Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 3 BEI Rina Hadriyani yang membahas tentang Potensi Pertumbuhan Perusahaan melalui Go Public.

Dari sisi Perusahaan Tercatat, Chief Operation Officer PT Tourindo Guide Indonesia Tbk. Erry Kuniawati juga menceritakan tentang success story Pigijo menuju IPO, serta Direktur Marketing PT Putra Rajawali Kencana Tbk. Ariel Wibisono yang berbagi cerita tentang perjalanan perusahaan sampai bisa melantai di BEI.

Ana, panggilan akrab Sriana menerangkan, dari penyelenggaraan workshop tersebut diharapkan akan semakin banyak perusahaan-perusahaan yang tertarik untuk dapat melakukan pendanaan di pasar modal dan menjadi pilihan produk bagi investor dalam berinvestasi.

“Tidak hanya itu, melalui go public, perusahaan dapat berkembang menjadi lebih besar dan dipandang lebih professional, transparan, dan akuntabel,” pungkas Anna.

Sementara Ong Pendopo Winoto menyampaikan, bahwa pihaknya dari Komunitas Pengusaha Jatim menyambut baik acara workshop yg diadakan oleh Bursa Efek Indonesia ini, dimana dari target 80 peserta membludak hingga lebih dari 100 peserta..

“Ini menunjukkan animo pengusaha Jatim terutama Surabaya menunggu workshop ini. Kami mewakili komunitas pengusaha dan Tionghoa Jatim berharap acara ini diadakan lagi minimal rutin setiap tahun,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply