-2.1 C
New York
Sabtu, Januari 9, 2021

Buy now

OJK Dorong BUMN Go Public




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong optimalisasi potensi penawaran umum bagi BUMN dan Entitas Anak di Pasar Modal. Upaya ini di munculkan karena potensi pendanaan melalui Pasar Modal kepada BUMN dan Entitas Anak dapat menjadi alternative bagi BUMN dalam rangka mengembangkan usahanya.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Nurhaida, Pasar Modal bukan hanya bisa menyediakan sarana pembiayaan jangka panjang yang dapat mendukung kebutuhan dan kegiatan bisnis Perseroan, namun Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi dan penambahan modal kerja.

Selain itu, Solvabilitas Perseroan menjadi tinggi karena dengan go public sebagai media promosi, Perseroan dapat diperhatikan oleh masyarakat dan komunitas keuangan sehingga dapat memperbaiki citra Perseoran.

“Resiko finansial juga lebih ringan karena pemegang saham diberikan deviden yang besarnya sesuai dengan keuntungan yang dihasilkan oleh Perseroan,” terang Nurhaida dalam Seminar bertema Optimalisasi Potensi Penawaran Umum bagi BUMN dan Entitas Anak di Pasar Modal, di Jakarta, Senin (17/8/2015).

Lebih jauh Nurhaida juga menegaskan, dengan melakukan go public, perseroan menjadi lebih fokus dan bertanggung jawab dalam mengelola dana dengan jumlah cukup besar, yang diperoleh dari kegiatan di pasar modal.

Berdasarkan data OJK, hingga saat ini terdapat 33 BUMN dan entitas anaknya yang telah memanfaatkan sarana pasar modal. 22 diantaranya telah melakukan pencatatan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan beragam sektor usaha, mulai dari perusahaan perbankan, properti, pertambangan, telekomunikasi, hingga transportasi.

Total nilai kapitalisasi saham-saham BUMN tersebut saat ini sudah mencapai Rp423,3 triliun. Meningkat hampir 3 kali lipat dibandingkan nilainya pada saat awal emisi.

“Ini menunjukkan besarnya potensi dan keuntungan yang dapat diperoleh BUMN melalui pendanaan di pasar modal,” terang Nurhaida.

Seminar ini dilaksanakan OJK untuk meningkatkan competitiveness dan likuiditas pasar modal Indonesia, yang disebut dengan Capital Market Deepening.

Dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2015-2019 yang sedang disusun, OJK juga mendorong peningkatan peran BUMN dalam memperoleh pendanaan dari pasar modal baik melalui penerbitan saham atau efek bersifat utang yang bersifat konvensional maupun syariah atau ’sukuk’. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles