Perusahaan Tambang Bakal Dikenai Sanksi bila Tidak Transparan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Perusahaan tambang di Indonesia, seperti tambang minyak dan gas, serta mineral dan sumber daya alam,ternasuk di dalamnya Jawa Timur, banyak yang tidak transparan.

Karena itu, sejak beberapa waktu lalu semua perusahaan diminta membuat laporan keuangannya. Ini hanya berlaku bagi perusahaan atau operator pertambangan yang royalty atau pajaknya di atas Rp 25 miliar per tahun.

Hal ini dikemukakan Asisten Deputy Produktivitas Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Andi Novianto, di sela sosialisasi Extractive Industries Transparency Iniciative (EITI) Indonesia di Surabaya, Kamis (8/10/2015).

Disebutkan, dari sekitar 107 perusahaan sampai saat ini ada sekitar 25 perusahaan yang belum menyerahkan laporan.

“Tapi kalau untuk perusahaan Migas semua sudah, karena dikoordinasi langsung oleh SKK Migas,” tukas Andi.

Andi menegaskan, jika perusahaan-perusahaan itu sampai akhir tahun ini tetap tidak menyerahkan laporan keuangan, maka akan dimasukkan dalam list untuk dilaporkan ke Kementerian Keuangan.

“Ini sesuai dengan peraturan yang ada, kementerianlah yang berhak memberi sanksi terhadap mereka,” ungkap Andi.

Selain itu, dalam sosialisasi EITI ini juga di bahas pula dampak negatif dari pembangunan yang dilaksanakan untuk tujuan meningkatkan harkat dan martabat seluruh rakyat termasuk masyarakat yang ada di lokasi tempat ekstraksi sumber daya alam (SDA) yang dalam kenyataannya, banyak masyarakat di lokasi ekstraksi SDA belum beruntung menikmati hasil dari ekstraksi SDA di tempat tinggalnya.

Bahkan mereka cenderung yang pertama kali terdampak oleh dampak negatif dari pengelolaan pertambangan yang tidak mengikuti kaidah pengelolaan pertambangan yang baik (good mining practices).

“Karena itu, upaya-upaya melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan industry ekstraktif (IE) sangat penting dilakukan agar masyarakat dapat bersama-sama mengawasi dan memperoleh manfaat dari pembangunan sektor IE,” lanjutnya. (Ep)

Leave a Reply