PPSKI : Kebijakan Impor Daging Rugikan Peternak Rakyat

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Rencana pemerintah mengambil kebijakan impor daging untuk mengamankan stok pasokan dalam negeri Jelang Ramadan dan Lebaran, mendapat protes dari Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) yang menganggap kebijakan tersebut bakal merugikan petani.

Menurut Ketum PPSKI, Teguh Boediyana, kebijakan pemerintah memasukkan daging impor akan memukul harga daging sapi dipasaran, karena daging kerbau impor asal India ini diperkirakan akan dijual rata-rata Rp 60.000 per kilogram (kg), atau 60% dari harga daging sapi dalam negeri yang berada di kisaran Rp 110.000 per kg.

PPSKI : Kebijakan Impor Daging Rugikan Peternak Rakyat

“Ada sekitar 5,4 juta rumah tangga peternak rakyat yang hidupnya bergantung dari sapi yang mereka pelihara. Dan masuknya daging kerbau dari India ini akan memukul bisnis para peternak lokal,” ujar Teguh, Selasa (26/4/2016).

Selain akan memukul bisnis peternakan lokal, menurut Teguh, masuknya daging India yang belum bebas dari PMK (penyakit mulut dan kuku) akan berpotensi membawa kembali PMK ke Indonesia.

“Kebijakan ini tidak bijak dan sangat terburu-buru. Sebab PMK sangat berbahaya bagi ternak berkuku genap seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah menunda rencana pemasukan daging impor dari Negara manapun yang belum bebas PMK ke Indonesia.

“Apalagi saat ini masih ada uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang (UU) No.41/2014 yang membuka peluang masuknya daging sapi dari negara yang belum bebasPMK,” tambah Teguh.

Seperti diketahui, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kemtan, Muladno Basar menuturkan, impor daging kerbau asal India diharapkannya bisa menambah ketersediaan daging di dalam negeri menghadapi puasa dan lebaran. Sebab, saat puasa, harga daging sapi bisa melonjak hingga 30%, karena naiknya permintaan daging hingga 20% dari kondisi normal.

“Karena itu pemerintah akan memperluas akses pasar impor daging dari Negara maupun zona tertentu yang memenuhi syarat kesehatan hewan yang ditetapkan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE). Ini untuk menambah alternatif sumber penyediaan hewan dan produk hewan,” terang Muladno.

Selama ini, negara asal impor daging sapi ke Indonesia adalah Australia, USA, Selandia Baru, Kanada dan Jepang. (EP)

Leave a Reply