Proyek Listrik 35.000 Mega Watt, PLN Distribusi Jatim Dapat Jatah 60 MW

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Terkait peluncuran program pemerintah dalam upaya penyediaan listrik sebesar 35.000 Mega Watt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019) oleh Pemerintah, PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur akan mendapatkan jatah sebesar 60 Mega Watt (MW).

Program 35 ribu MW yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini nantinya sebanyak 10.000 MW atau 35 proyek akan dikerjakan PLN dan 25.000 MW atau 74 proyek mengundang pihak swasta.

. Hal ini tentu akan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, yang sebelumnya kekurangan suplai listrik.

Dan dalam kurun waktu 70 tahun sejak PLN berdiri pada 1945, kapasitas terpasang di Indonesia mencapai sekitar 50.000 MW. Jumlah itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia yang tumbuh pesat. Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 – 6 % per tahun dan angka rasio elektrifikasi Indonesia saat ini 84%, kebutuhan listrik tumbuh sekitar 8 – 9 % per tahun.

Untuk itu setiap tahun dibutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 7.000 MW atau dalam lima tahun ke depan dibutuhkan tambahan 35.000 Mega Watt. PLN bersama Pemerintah Indonesia dan pihak swasta bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Dikatakan Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Suhatman, untuk Jawa Timur nantinya akan memproduksi listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati, Pasuruan dalam penyediaan sebesar 60 MW tersebut.

“Kami berharap program ini bias berjalan lancar sesuai harapan pemerintah,” ungkapnya, di sela-sela acara Sharing Forum “Konsolidasi Nasional Program Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW” dan Technical Meeting Pameran Kelistrikan Indonesia 2015, di Grand City Mall Surabaya, Senin (5/10/2015).

Dijelaskan, PLTGU Grati Ekspansi 450 MW yang merupakan bagian dari proyek 35.000 Megawatt (MW), dibangun menyusul ditandatanganinya dokumen kontrak engineering, procurement, construction (EPC) pada Jumat, 19 Juni 2015 di PLN Kantor Pusat Jakarta.

Sebelumnya, pada 4 Mei 2015 telah ditandatangani Letter of Intent (LoI) EPC PLTGU Grati Ekpansi oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, di hadapan Presiden RI Joko Widodo pada peluncuran proyek 35.000 MW di Yogyakarta.

Penandatanganan kontrak dilakukan Kepala Divisi Konstruksi Pembangkit PT PLN (Persero), Adang Sudrajat dengan pihak konsorsium pembangunan PLTGU Grati ekspansi yaitu Vice President Samsung C&T Corporation, Joon Suk Choi, Senior Executive Vice President Lotte E&C Co.,Ltd Hyun Kab Kim, dan General Manger PT Hutama Karya (Persero), Sigit Winarto.

Ekspansi 450 MW oleh PLTGU Grati ini ditargetkan dibangun dalam waktu 26 bulan setelah kontrak efektif. Listrik yang dihasilkan ini nantinya berfungsi sebagai pemikul beban puncak (peaker) pada sistem kelistrikan Jawa Bali.

Pembangkit listrik tenaga gas uap Grati yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur, saat ini terdiri dari 2 blok yang mendapatkan suplai gas dari Santos melalui sumur Oyong dan Wortel.

Suplai gas ini sanggup memasok 3 gas turbin (combined cycle) blok 1 masing-masing sebesar 100 MW. Sedangkan blok 2 (open cycle) berfungsi sebagai pemikul beban puncak (peaker). (Ep)

Leave a Reply