RUPS/RUPSLB XL Tidak Bagi Deviden

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) PT XL Axiata Tbk (XL) telah menetapkan pengangkatan Direktur baru dan penerbitan saham baru.

Dan Yessie D. Yosetya yang telah berkarir selama kurang lebih 11 tahun di XL, yang sebelumnya telah menduduki jabatan sebagai Chief Service Management Officer, akan menduduki jabatan sebagai Direktur Independen, hingga tahun 2019.

(ki-ka) Direktur & Chief Finance Officer XL , Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Director & Chief Strategic Transformation Officer XL, Willem Lucas Timmermans, Presiden Direktur & CEO XL, Dian Siswarini, Direktur/ Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya , Direktur & Chief Digital Service Officer XL, Ongki Kurniawan, dalam acara RUPS Tahunan dan RUPSLAB PT XL Axiata Tbk di Jakarta. Kamis (10/3/2016)

Presiden Direktur XL, Dian Siswarini,  mengatakan, pengangkatan Ibu Yessie sebagai Direktur Independen sudah sangat tepat, karena telah memiliki semua persyaratan untuk menjabat sebagai seorang Direktur.

“Selain memiliki dedikasi yang tinggi terhadap XL, secara profesional, beliau juga telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang mampu secara cakap membawa organisasi dalam menghadapi tantangan industri telekomunikasi dan digital yang tidak ringan,” terangnya, Jumat (11/3/2016).

RUPS dan RUPSLB yang digelar pada hari Kamis (10/3/2016) di Jakarta, selain menyetujui Laporan Tahunan Direksi Perseroan, juga menerima Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris. Selain juga memberikan persetujuan dan pengesahan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana Rintis & Rekan.

Rapat juga menyetujui untuk tidak menyisihkan cadangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015, dengan mengacu kepada rugi usaha dan Pasal 70 UU No. 40 Tahun 2007. Rapat pun menyetujui seluruh normalized net profit untuk dijadikan laba ditahan karena tidak signifikannya nilai tersebut, untuk dijadikan dividen per lembar saham dengan mengacu kepada kebijakan Dividen Perseroan dan besaran nilai laba tahun berjalan setelah penyesuaian (normalized net profit) yang telah dibukukan Perseroan.

RUPSLB

Sementara itu dalam RUPSLB disetujui rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui Mekanisme Penawaran Umum Terbatas II, berdasarkan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 2.750.000.000 (dua miliar tujuh ratus lima puluh juta) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham.

Rapat juga menyetujui rencana Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (“Axiata”) untuk mengambil bagian atas Saham Baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II, dengan menggunakan hak tagihnya kepada Perseroan, sebagai kompensasi setoran modal atas Saham Baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut.

Selanjutnya, jumlah dana yang akan diterima sehubungan dengan Penambahan Modal Dengan HMETD ini, seluruhnya akan digunakan untuk pembayaran atas utang Perseroan kepada Axiata selaku pemegang saham Perseroan. Setiap kelebihan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas II, jika ada, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

Selain itu, rapat juga menyetujui rencana Perseroan untuk menjalankan Program LTI (Long Term Incentive) 2016 – 2020 melalui penambahan modal Perseroan tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 265.000.000 (dua ratus enam puluh lima  juta) lembar saham baru,  dengan berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. (EP)

Leave a Reply