Schneider Electric Gelar “Solutions World”, untuk Realisasikan Efisiensi Energi Melalui IoT

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi, menggelar acara bertajuk “Solutions World”, yang bukan hanya memamerkan teknologi penunjang efisiensi energi yang terkini dari Schneider Electric, namun juga di warnai dengan sederetan diskusi interaktif oleh para pakar energi dari Schneider Electric.

Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan,(kiri) dan Ir. Rana Yusuf Nasir, dua pembicara di pembukaan acara Schneider Electric Solutions World di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (6/4/2016)

Menurut Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia, efisiensi energi merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan, karena isu kelangkaan energi masih menjadi sebuah kendala besar. Bahkan menurut data yang dirilis oleh International Energy Agency, saat ini 1,3 miliar orang di seluruh dunia masih belum memiliki akses terhadap energi, khususnya energi listrik.

Selain itu, arus urbanisasi, digitalisasi, dan industrialisasi semakin mendorong konsumsi energi yang bertambah tinggi. Urbanisasi misalnya, di tahun 2050 diperkirakan perkotaan akan menjadi pusat kehidupan sebagian besar warga dunia, yaitu sejumlah 2,5 miliar jiwa. Era digitalisasi juga membutuhkan energi yang begitu besar, dimana di tahun 2020 diprediksi akan ada 50 miliar perangkat yang saling terkoneksi melalui internet. Begitu pula dengan arus industrialisasi, yang dipercaya akan menyerap energi 50% lebih besar di tahun 2050.

“Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rasio elektrifikasi nasional baru mencapai sekitar 86%. Itu artinya 14% masyarakat Indonesia belum dapat menikmati berbagai kemudahan yang diperoleh dari adanya aliran listrik,” jelas Riyanto dalam gelaran acara Schneider Electric “Solutions World” di hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (6/4/2016).

Para peserta Schneider Electric Solutions World sedang melihat-lihat berbagai produk Schneider Electric

Riyanto juga menjelaskan, saat penggunaan energi yang akan terus bertambah dua kali lipat selama 40 tahun ke depan, masyarakat global juga dibebani dengan tanggungjawab untuk mengurangi emisi karbon hingga setengahnya. Dan untuk mencapai keseimbangan tersebut, dibutuhkan upaya efisiensi energi sebesar empat kali lipat dari sekarang.

Riyanto Mashan selaku Country President Schneider Electric Indonesia menjelaskan,

“Jadi tak dapat dipungkiri bahwa teknologi untuk menjawab kebutuhan efisiensi energi akan terus mengalami evolusi. Ini sejalan dengan fenomena Internet of Things (IoT) yang saat ini sedang menjadi tren dalam industri IT dan kelistrikan,” lanjutnya.

Karena itu menurut Riyanto, Schneider Electric akan terus berupaya membantu merealisasikan berbagai bentuk pengelolaan energi yang efisien melalui ragam solusi yang saling terkoneksi satu sama lain,” terang Riyanto.

Selama 10 tahun terakhir, evolusi teknologi dan penggunaan energi yang begitu cepat mendorong warga dunia untuk memikirkan langkah-langkah digitalisasi, dekarbonisasi, dan desentralisasi energi.

Dan dari pengelolaan energi yang tadinya dilakukan secara lokal, kini melalui IoT, dimungkinkan pengelolaan ini menjadi terdistribusi melalui produk-produk yang saling terkoneksi.

“Untuk mendukung hal ini, Schneider Electric menyediakan teknologi manajemen energi, automasi, dan software pendukungnya untuk menciptakan sebuah ekosistem yang memungkinkan terwujudnya open innovation yang berkelanjutan,” terang Riyanto.

Dalam berinovasi, Schneider Electric berpegang pada 5 prinsip utama: menjawab kebutuhan konsumen, berprioritas pada kualitas, menyediakan solusi yang sederhana dan mudah digunakan, merangkum solusi dalam sebuah sistem yang terintegrasi (software) untuk mempermudah pengawasan dan pengontrolannya, serta memastikan digitalisasi solusi sehingga dapat saling terkoneksi antara satu dengan lainnya.

“Karena itu kami menghadirkan beragam inovasi teknologi di bidang energi dan automasi, termasuk software dan analitik pendukung untuk mengubah information technology menjadi operation technology, sehingga mampu menunjang begitu banyak ragam kebutuhan industri yang kian kompleks dan membutuhkan efisiensi yang kian tinggi, dari mulai sektor residensial, bangunan, industrial, infrastruktur hingga data center,” pungkasnya. (EP)

Leave a Reply