Semen Indonesia Maksimalkan Lahan Pascatambang untuk Budi Daya Ikan

TUBAN (kabarsurabaya.com) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, berhasil menunjukkan bahwa  Perseroan berhasil mengelola lahan pasca tambang dengan baik. Hal ini ditandai dengan panen ikan di lahan pasca tambang tanah liat di wilayah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni, mengatakan, panen ini bukan hanya wujud hadirnya kebermanfaatan Semen Indonesia di tengah-tengah warga, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa Perseroan berhasil mengelola lahan pasca tambang dengan baik.

Dirut PT Semen Indonesia, Suparni, didampingi para direksi tengah memanen ikan nila di embung bekas lahan pacatambang di Tuban

“Kami memiliki lahan pasca tambang tanah liat berupa embung atau cekungan bekas tambang yang selalu terisi air, yang saat ini dimanfaatkan untuk budidaya ikan dengan sistem keramba,” kata Suparni, saat melakukan panen hasil tabur benih September 2015 lalu, Senin (25/4/2016).

Keseriusan dalam mengelola lahan pascatambang merupakan tanggung jawab Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat yang telah berlangsung sejak dulu. Hal ini sudah dilakukan di Kabupaten Gresik, yakni lahan pascatambang tanah liat yang dikelola menjadi wisata air.

“Saat ini, luas embung yang digunakan untuk keramba ikan mencapai 8 hektar, dengan hasil panen ikan nila di keramba pascatambang saat ini sekitar 25 ton,” tambah Suparni.

Untuk menunjang program pemberdayaan masyarakat ini, lanjut Suparmi, perseroan mempersilakan masyarakat yang ingin turut serta dalam budidaya ikan keramba di embung milik Perseroan.

“Perseroan melalui Semen Indonesia Foundation (SMIF) akan menyediakan sarananya termasuk perahu untuk operasionalnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Suparni menjelaskan, Semen Indonesia bekerja sama dengan SMIF dalam budi daya ikan nila di keramba ini mulai 2011 hingga sekarang. Pemasaran hasil panennya pun tidak menemukan kendala berarti, karena kualitas ikannya sangat baik.

Selain digunakan untuk budi daya ikan, keberadaan embung sangat bermanfaat, karena airnya yang tidak pernah surut di musim kemarau sangat membantu petani sekitar untuk memenuhi kebutuhan air di area pertaniannya.

“Oleh karena itu, jika saat musim kemarau sawah yang lain hanya 1-2 kali panen, sawah yang berada di dekat embung dapat merasakan 3 kali panen,” pungkas Suparni. (EP)

Leave a Reply