0.9 C
New York
Minggu, Januari 10, 2021

Buy now

Suparma Fokus Pada Produk Dengan Brand Kuat dan Tidak Bagi Deviden




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT Suparma Tbk (SPMA) sebagai perusahaan kertas mencatatkan pendapatan yang kurang memuaskan pada awal tahun ini, atau tepatnya dari Januari-Mei 2015. Tercatat, dalam lima bulan terakhir Suparma menghasilkan pendapatan Rp 634 miliar.

Mesin Kertas No. 9 yang dana pembeliannya diperoleh dari Bank Muamalat Indonesia dan Bank ICBC Indonesia dengan masing-masing sebesar USD10 juta, ditambah dana dari kas internal perusahaan.
Dan bila dibuat rata-rata dan dikalikan 12 (1 tahun) maka pendapatan yang dihasilkan Suparma dalam tahun 2015 ini dipastikan tidak akan mencapai target yang ditentukan perusahaan sebesar Rp 1,8 triliun.

Menurut Direktur Independen PT Suparma Tbk, Hendro Luhur, Kondisi ini dipicu dengan kondisi perekonomian secara makro yang memang mengalami penurunan cukup parah. Belum lagi juga adanya penurunan daya beli karena pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tariff dasar listrik, dan adanya beberapa pemutusan kontrak kerja (PHK) bagi karyawan di pabrik-pabrik manufaktur.

“Kondisi ini membuat perusahaan harus merancang strategi kebijakan yang mampu membuat penjualan Suparma bisa meningkat lagi, sehingga dengan sisa bulan dalam tahun ini, target penjualan bisa tercapai,” ujar Hendro setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Suparma di Surabaya, Rabu (24/6/2015).

Beberapa langkah yang dilakukan menurut Hendro diantaranya adalah fokus pada produk-produk yang sudah memiliki brand kuat seperti tissue Plenty dan See-U juga kertas cap Gajah, serta melakukan promosi dengan memberikan diskon bagi produk tissue premium.

“Selain itu juga kami mencoba mengembangkan produk tissue towel atau yang lebih dikenal sebagai hands towel yang penyebarannya di industry hotel restaurant dan kafe (horeka), dengan melakukan pengembangan ke segmen perusahaan manufaktur sebagai pasar baru.

Industri manufaktur, ujar Hendro merupakan pasar baru yang cukup besar karena selama ini mereka menggunakan kain sekali pakai untuk membersihkan mesin dan tangan. “Ini yang akan kita dorong untuk menggunakan hans towel tissue yang lebih prakits, hygienis dan ramah lingkungan,” jelas Hendro.

Sementara hal penting lain yang diputuskan dalam RUPS kali ini menurut Hendro adalah keputusan untuk tidak membagikan deviden, dan mengalihkan keuntungan dengan melakukan pengembangan pada Mesin Kertas no. 9 serta menggunakan keuntungan tahun 2014 untuk menutup kerugian ekuitas tahun 2013.

“Untuk alasan inilah, makanya tahun ini Suparma tidak membagikan deviden,” pungkas Hendro Luhur. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles