Tabungan Emas, Produk Baru dari Pegadaian

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT Pegadaian (Persero) kembali menambah variasi layanannya dengan meluncurkan produk terbarunya yaitu program Tabungan Emas.

Pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) PT Pegadaian (Persero) Surabaya, Ngadenan (kiri), didampingi Kepala Pegadaian Cabang Surabaya Agung Budyanto

Program Yang di launching secara nasional 3 juli lalu ini, memiliki keistimewaan dibandingkan produk-produk lain karena dalam program ini, masyarakat yang ingin memiliki emas tidak perlu mengeluarkan uang banyak, cukup dengan menabung minimal Rp 5.000.

Nanti bila uangnya sudah terkumpul dan cukup untuk membeli emas baik itu satu gram, dua gram maupun satu kilo, mereka bisa mengambilnya dalam bentuk emas.

Seperti dikemukakan Pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) PT Pegadaian (Persero) Surabaya, Ngadenan, pada prinsipnya masyarakat menabung emas sejumlah uang yang dimiliki dengan minimal Rp 5.000 rupiah.

“Nanti kalau tabungannya sudah senilai satu gram mereka bisa mengambilnya dalam bentuk emas. Jadi untuk memiliki emas tidak perlu harus punya ratusan ribu, cukup dengan minimal Rp 5.000, secara perlahan masyarakat bias memiliki emas yang diinginkan,” jelas Ngadenan.

Lebih jauh, Ngadenan mengatakan, bagi nasabah yang ingin menabung, mereka akan memperoleh buku tabungan Pegadaian. Dengan buku ini, nasabah bisa menabung di semua kantor Pegadaian.

Pelayana nasabah di kabtor Pegadaian Cabang Dinoyo Surabaya

Namun, untuk mengambil emas, nasabah harus kembali ke kantor tempat asal menabung tabungan emas. Dan jika nasabah ingin tabungan berupa uang, maka hasil dari tabungan akan dijadikan emas dulu, kemudian dijual ke Pegadaian.

“Kalau ingin ditarik berupa emas kami sediakan, kalau ingin ditarik uang ya kami proses sesuai aturan Pegadaian. Artinya uang tabungan akan dibelikan emas kemudian dijual kembali atau diberikan sesuai nilai emas,” jelasnya.

Program ini menurut Ngadenan, merupakan bagian dari edukasi terhadap masyarakat untuk melakukan investasi, karena hasil dari tabungan emas tidak akan bisa dilihat sekarang, tetapi menunggu 1 (satu) hingga 2 (dua) bulan kedepan.

Program tabungan emas ini diyakini akan mampu mendongkrak pendapatan dan membantu Pegadaian meraih laba cukup besar dan memenuhi target yang ditetapkan.

Hingga akhir Juni 2015, pinjaman (OSL) untuk wilayah Surabaya telah mencapai Rp 3,382 triliun. Sementara target hingga akhir tahun ini dipatok di angka Rp 3,6 triliun. Dengan sisa waktu yang masih 6 bulan, dipastikan Pegadaian akan mampu mencapai dan bahkan melebihi target yang ditetapkan.

“Kalau melihat tren bulan yang sama tahun lalu (yoy), ada kenaikan laba sebesar 20 persen,” kata Ngadenan. (Edmen Paulus)

Leave a Reply