Telkom Tumbuhkan Digital Eksosistem di Surabaya dengan Hibahkan 13 BLC Baru ke Pemkot Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Setelah sebelumnya, pada 10 November 2014 lalu menyerahkan 10 lokasi Broadband Learning Center (BLC) untuk Pemkot Surabaya, Telkom kembali menghibahkan 13 BLC untuk Pemkot Surabaya, yang akan dipergunakan di 13 lokasi.

Executive Vice President Telkom Regional V Jatim, Bali, Nusra Iskriono Windiarjanto  mengatakan, 13 lokasi kali ini merupakan kelanjutan dari program yang berjalan sebelumnya.

“Ini merupakan program lanjutan yang berkesinambungan dari Telkom dalam menumbuhkan Digital Eksosistem di Surabaya,” terangnya, dalam acara penyerahan atau hibah ke-13 BLC untuk kota Surabaya, di Balai Kota Surabaya, Senin (21/9/2015).

Pada kesempatan itu, bersama dengan Walikota Surabaya Tri Risma Harini, dilakukan pula komunikasi dengan warga yang sedang memanfaatkan BLC tersebut di 3 lokasi melalui video conference, yakni di lokasi BLC kantor kelurahan Dukuh Menanggal, BLC kantor kecamatan Keputih Sukolilo, dan BLC di Romo Kalisari.

Hibah yang dilakukan Telkom di setiap BLC yang ada di 13 lokasi tersebut, menurut Iskriono diantaranya terdiri dari 10 personal komputer yang dilengkapi instalasi jaringan IT, meja dan kursi pengajar, projector dan layar projector, printer, scanner, AC 2 PK, dan beberapa perangkat IT pendukung lainnya.

“Kami juga menyediakan pengajar dan asisten tenaga pengajar, disetiap BLC yang ada,” lanjutnya.

Iskriono juga menambahkan, sebagai smart city, Telkom melihat Pemeritah Kota Surabaya sangat concern untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga Surabaya, diantaranya dengan penyediaan aplikasi-aplikasi berbasis ICT.

“Melihat kondisi ini, kami merasa perlu melakukan upaya membantu Pemkot dalam melakukan edukasi di 13 BLC tersebut,” terang Iskriono.

Selain itu menurut Iskriono, Surabaya kaya akan potensi pariwisata, juga produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh UKM dan UMKM yang layak diperdagangkan di manca negara secara online atau e-commerce.

“Dengan adanya BLC ini, masyarakat bisa belajar cara meng-online kan semua potensi tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, BLC ini juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi ICT kepada pelajar, dan guru, karena saat ini, pelajar di sekolah dasar dan menengah yang lebih dikenal dengan generasi emas ini sudah menggunakan ICT dalam proses belajar mengajarnya.

Lebih jauh Iskri mengatakan bahwa dampak yang dibawa oleh peningkatan penetrasi broadband terhadap tingkat kesejahteraan, seperti hasil dari sebuah riset ITU, membuat BLC menjadi pilihan yang tepat untuk mengakselerasi penetrasi internet broadband di masyarakat, khususnya di Surabaya dan kota/kabupaten lainnya di Jawa Timur.

Dalam survey ITU tersebut, peningkatan penetrasi broadband sebesar 10% akan berdampak pada peningkatan GDP sebesar 1,38%. Kehadiran BLC ini dianggap tepat dalam mengurangi digital divide atau kesenjangan digital karena belum sepenuhnya masyarakat mengetahui manfaat broadband access.

“Sebagai perusahaan BUMN milik bangsa, kami merasa terpanggil untuk menumbuhkan digital ekosistem, melalui pengembangan komunitas-komunitas yang ada di masyarakat.

“Dan BLC menjadi salah satu program community development yang kami lakukan,” pungkasnya.

Adapun ke 13 BLC ini ditempatkan di beberapa lokasi yakni di BLC kantor kecamatan Mulyorejo, BLC kantor kecamatan Karangpilang, BLC kantor kecamatan Bula, BLC kantor kelurahan Sememi, BLC kantor kelurahan Putat Jaya, BLC kantor kelurahan Kedurus, BLC kantor kelurahan Klakah Rejo, BLC kantor kelurahan Simomulyo, BLC kantor UPTD Dinas Pendidikan, BLC Kupang Gunung, BLC kantor kecamatan Sukolilo, BLC kantor kelurahan Dukuh Menanggal, BLC kantor kelurahan Romo Kalisari. (Edmen Paulus)

Leave a Reply