Telkomtelstra Bangun Infrastruktur Hybrid Cloud untuk Dorong Transformasi Digital

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – Telkomtelstra sebagai perusahaan penyedia layanan Managed Solutions, berpartisipasi dalam acara IDC (International Data Corporation) Asia/Pacific Enterprise Hybrid Cloud Conference 2016, yang tahun ini mengusung tema The Delivery Ecosystem for Digital Transformation.

Transformasi digital saat ini telah menjadi prioritas bagi para pimpinan perusahaan di hampir seluruh sektor industri, tak terkecuali pemerintah. IDC memprediksi bahwa di akhir tahun 2016, 60% dari perusahaan di Asia Pasifik akan melakukan transformasi digital.

(Kanan-kiri) Nathan Bell (COO telkomtelstra), Irvan Yasni (Chief Technology Officer, Sinarmas Land), Martin Yates (Director Strategy and Transformation, Dell Commercial Sales and Enterprise Solution), Meriska Elfiarini (Research Manager, Consulting, IDC Indonesia), dalam acara diskusi panel pada IDC Asia/Pacific Enterprise Hybrid Cloud Conference 2016 di Jakarta (26/5/2016)

Namun untuk mengimplementasikan hal tersebut, perusahaan perlu membangun arsitektur teknologi dengan hybrid cloud, yakni perpaduan layanan private dan public cloud, sehingga perusahaan mampu meningkatkan mobilisasi dan interaksi sosial dan menggunakan big data / analytics.

COO Telkomtelstra, Nathan Bell, mengatakan, kriteria kunci sukses untuk setiap transformasi digital, khususnya dalam memanfaatkan infrastruktur cloud adalah Agility (ketangkasan), Compliance (Kepatuhan) dan Empowerment (Pemberdayaan), atau sering disebut ACE.

Agility lebih untuk memastikan transformasi digital dapat berkembang dengan bisnis. Sementara Compliance untuk menyatakan kita dapat menyelaraskan dengan regulasi atau ketentuan keamanan perusahaan sesuai dengan perkembangan. Dan yang terakhir Empowerment adalah pemberdayaan perusahaan untuk memaksimalkan manfaat dari setiap transformasi digital,” terang Bell, Kamis (26/5/2016).

Hal penting lain dalam menyukseskan transformasi digital menurut Bell, juga tergantung pada keinginan perusahaan untuk berubah dan memberdayakan karyawan. Kapabilitas Cloud memberikan kesempatan terbaik untuk mewujudkan hal tersebut.

Bell menambahkan, pendekatan ACE juga dapat diwujudkan melalui orkestrasi, dengan menyediakan perangkat untuk bisnis agar terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan tantangan bisnis dalam jangka waktu dekat, sehingga dapat membantu bisnis untuk beradaptasi dengan cepat dalam segala situasi. serta menghasilkan produktivitas yang lebih besar.

Dalam konferensi tersebut, IDC juga memaparkan, 65% dari organisasi TI pada perusahaan, berkomitmen untuk memanfaatkan layanan hybrid cloud pada 2017. Hal ini memungkinkan laju transformasi digital dan ekosistem hybrid cloud, termasuk di Indonesia.

Kombinasi unsur GRC (Governance, Risk Management and Compliance) juga akan menentukan kemampuan organisasi TI untuk mendorong transformasi lingkungan bisnis yang kompetitif, berbasis data dan mobile intensive.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemangku kebijakan perlu merancang strategi TIK guna mendapatkan manfaat dari keuntungan teknologi, khususnya pada tiga bidang, yakni; manajemen pelayanan, manajemen beban kerja dan moderenisasi infrastruktur data center.

“Era Big Data telah mendorong pertumbuhan solusi komputasi awan untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pertumbuhan industri nasional. Itu sebabnya, potensi pasar komputasi awan di Indonesia juga sangat besar,” tambah Bell.

Dan Telkomtelstra berharap dalam waktu dekat sektor industri seperti TIK, keuangan, kesehatan, logistic, properti, pertanian, manufaktur, retail dan layanan publik dapat mentransformasi bisnis mereka ke teknologi digital sehingga dapat memanfaatkan layanan solusi hybrid cloud. (EP)

Leave a Reply