Untuk Semakin Tingkatkan Kinerja, Bank Jatim akan Luncurkan “Si Umik”

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Meski kondisi perekonomian sepertinya mengalami kelesuan, tetapi ternyata tidak terlalu mempengaruhi kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim).

Direktur Utama Bank Jatim Soeroso (tengah) dalam acara buka bersama wartawan di Surabaya, Kamis (25/6/2015)

Seperti dikemukakan Direktur Utama Bank Jatim Soeroso, hingga memasuki semester pertama tahun 2015, kinerja keuangan Bank Jatim menunjuukkan performa bagus, diantaranya terlihat dari penyaluran kredit sebesar Rp 27,52 triliun (naik 14,40% YoY).

Dan total asset juga meningkat 20,83% YoY atau sebesar Rp 47,6 triliun. Dan perolehan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 40,24 triliun (naik 22,98% YoY).

“Dari sisi kredit, pertumbuhan kredit yang cukup tinggi terjadi pada kontribusi kredit komersial sebesar Rp 5,58 triliun (naik 18,89% YoY), diikuti oleh kredit consumer sebesar Rp 17,34 triliun dan kredit UMKM sebesar Rp 4,61 triliun,” jelas Soeroso dalam acara buka bersama medi di Surabaya, Kamis (25/6/2015).

Sementara di periode Mei 2015 menurut Soeroso, kontribusi giro menjadi penyumbang angka tertinggi dalam pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank Jatim, yaitu sebesar Rp 17,30 triliun (naik 23,73% YoY). Disusul kemudian oleh deposito sebesar Rp 13,13 triliun dan tabungan sebesar Rp 9,72 triliun.

“Dengan komposisi ini, di posisi Mei 2015, CASA rasio Bank Jatim tetap terjaga diangka 67,37%,” terang Soeroso.

Menurut Soeroso, peningkatan penyaluran kredit, khususnya UMKM tidak terlepas dari aktivitas ekonomi masyrakat Jawa Timur yang tetap tumbuh, bahkan

    diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

    Dan kedepannya, untuk semakin meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan, Bank Jatim akan semakin produktif dalam penyaluran kredit terutama kredit mikro yang produktif.

    Demi menggenjot misi ini, tidak lama lagi Bank Jatim akan meluncurkan program baru “Si Umik” (Surat Izin Usaha Mikro Kecil), yang pada tahapan awal akan diluncurkan untuk 6 juta pelaku UMKM di Jatim yang sudah menjadi nasabah Bank Jatim dan sudah memiliki rekening di Bank Jatim.

    “Si Umik ini adalah ATM yang juga mencatat dan berlaku sebagai SIUP untuk pelaku UMKM. Jadi bila mereka ingin meminjam modal untuk peningkatan usaha, mereka tinggal menunjukkan ATM Si UmiK,” jelas Soeroso.

    Sementara untuk platform dana maksimal yang bias dipinjam seorang pelaku usaha mikro adalah Rp 500 juta. Dan untuk awal peluncuran “Si Umik” ini nanti, ditargetkan 10 persen dari pemegang kartu akan meminjam dana ke Bank Jatim untuk perluasan usaha mereka. (Edmen Paulus)

Leave a Reply