34 C
New York
Selasa, Agustus 9, 2022

Buy now

XL Lunasi Pinjaman Dolar Standard Chartered Bank, Dengan Pinjaman Rupiah dari BCA

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT XL Axiata Tbk. (XL), hari ini (19/10/2015) kembali mengumumkan adanya percepatan pelunasan pinjaman sebesar USD 50 juta dari Bank UOB serta USD 100 juta dari Standard Chartered Bank.

Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, menyatakan, XL terus berupaya untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui perubahan pinjaman ke mata uang Rupiah, serta melakukan percepatan pelunasan pinjaman USD.

“Ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perusahaan untuk secara proaktif mengurangi beban kurs sehingga bisa meningkatkan kinerja pengelolaan neraca keuangan,” terangnya.

Pelunasan pinjaman sebesar USD 50 juta kepada bank UOB, menurut Dian, dilakukan dengan kas internal. Selain itu, XL juga telah melakukan penarikan pinjaman sebesar Rp. 1,5 Triliun dari bank BCA yang akan digunakan untuk melunasi pinjaman dari Standard Chartered Bank sebesar USD 100 juta.

“Hingga saat ini XL telah melakukan pelunasan hutang sebesar USD 480 juta, untuk mengurangi beban pinjaman USD,” lanjut Dian.

Dian juga menegaskan, sejalan dengan  agenda transformasi bisnis yang sedang dijalankan, manajemen, XL telah menjalankan rencana untuk secara proaktif memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian Inisiatif Pengelolaan Neraca Keuangan yang mencakup pengurangan resiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.

Sebelumnya, pada tanggal 18 September 2015 lalu, XL juga sudah mengumumkan percepatan pelunasan atas pinjaman dari Bank UOB sebesar USD 100 juta, yang merupakan bagian dari pinjaman eksternal dalam US Dollar yang tidak memiliki lindung nilai (hedging) pada neraca keuangan XL.

Lalu pada 1 Oktober 2015, XL juga telah mengumumkan konversi atas pinjaman dari BTMU sebesar USD 180 juta ke dalam mata uang Rupiah, sekaligus percepatan pelunasan atas pinjaman sebesar USD 50 juta dari Bank UOB.

“Agenda transformasi bisnis yang dijalankan oleh XL diimplementasikan melalui strategi 3R (Revamp, Rise & Reinvent), yang telah berjalan sejak awal tahun 2015,” terang Dian. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles