XL Percepat pelunasan atas pinjaman USD 100 Juta dari Bank UOB

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dalam menjalankan Agenda Transformasi Bisnis yang sedang dijalankan PT XL Axiata Tbk. (XL), direncanakan ecara proaktif, XL akan memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian Inisiatif Pengelolaan Neraca Keuangan yang mencakup pengurangan resiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.

Karena itu, seperti dikemukakan Presiden Direktur XL, Dian Siswarini melalui siaran pers yang diterima kabarsurabaya.com , Jumat (25/9/2015), pihaknya akan mengumumkan percepatan pelunasan atas pinjaman dari Bank UOB sebesar USD 100 juta.

Dian juga menyampaikan, kondisi perekonomian global yang kurang menguntungkan telah berpengaruh pada neraca keuangan XL, antara lain karena adanya pinjaman dalam US Dollar yang tidak di-hedge, yang menyebabkan kerugian kurs di setiap kuartal.

“Untuk itulah kami memutuskan untuk menempuh langkah percepatan pelunasan atas pinjaman-pinjaman dalam mata uang asing agar neraca kami menjadi lebih baik ke depan,” terangnya.

XL telah melakukan pelunasan dipercepat atas pinjaman sebesar USD 100 juta dari Bank UOB yang merupakan bagian dari pinjaman external US Dollar yang tidak memiliki lindung nilai (hedging) pada neraca keuangan XL.

Seperti pada akhir Juni 2015, total pinjaman dalam US Dollar pada neraca keuangan sebesar USD 1,55 miliar, di mana 62% merupakan pinjaman external US Dollar yang telah di-hedge.

Percepatan pelunasan pinjaman ini didanai dari kas tunai internal, merupakan tahap awal dari rangkaian inisiatif yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan untuk mengurangi resiko pergerakan nilai tukar rupiah terhadap US Dollar yang tidak di-hedge.

Dari pengembalian pinjaman ini, pinjaman XL dalam US Dollar yang tidak di-hedge turun dari 38% menjadi 32% dari total pinjaman eksternal US Dollar,” lanjut Desi.

Agenda transformasi bisnis yang dijalankan oleh XL diimplementasikan melalui strategi 3R yang telah berjalan sejak awal tahun 2015, yang meliputi ‘Revamp, Rise & Reinven.

Revamp, mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan (dari volume ke value) dan strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk.

Rise, meningkatkan nilai brand XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS guna menyasar segmen pasar yang berbeda.

Reinvent, akan membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

Transformasi bisnis dilakukan untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan ke depannya. (Edmen Paulus)

Leave a Reply