Festival Karya Tari Jatim 2016 Siap Digelar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sebanyak 34 kabupaten/kota siap mengirimkan perwakilannya untuk meramaikan Festival Karya Tari (FKT) 2016 yang digelar 27-28 April di Taman Budaya Jawa Timur.

Kepala Bidang Budaya Seni dan PerfilmanDisbudpar Jatim, Hartini, mengatakan, tahun ini ada  kabupaten yang tidak mengirimkan perwakilannya, yaitu Madiun, Jombang, Bondowoso, dan Magetan.

Festival Karya Tari Jatim 2016 Siap Digelar

Hartini juga menambahkan, tari tradisi merupakan salah satu seni tari yang tumbuh, hidup dan berkembang di Indonesia, dan menjadi warisan budaya yang diakui sebagai milik bersama oleh masyarakat pendukungnya, sehingga diposisikan sebagai penanda jati diri suatu bangsa.

“Di era globalisasi seperti sekarang ini, jati diri menjadi hal yang sangat penting, karena nilai-nilai tradisi perlu digali dan dilestarikan sebagai pijakan karya baru yang disesuaikan dengan tuntutan jaman,” katanya disela-sela persiapan FKT di Surabaya, Selasa (26/4/2016).

Lebih jauh Ia juga mengatakan, tari tradisi tidak saja dapat digelar untuk upacara ritual, presentasi estetis, ataupun hiburan, namun dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun karakter bangsa melalui konsep dan nilai-nilai budayanya.

Festival Karya Tari Jatim 2016 Siap Digelar

“Upaya penanaman nilai-nilai luhur seni budaya khususnya seni tari tradisi, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dan salah satunya adalah dengan diadakannya event festival tari berbasis tradisi ini,” tambah Hartini.

FKT ini digelar dengan maksud agar bisa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan  tontonan  yang memiliki nilai edukasi yang baik dan apresiasi positif. Selain hal tersebut, diharapkan masyarakat turut serta berperan aktif melestarikan, menjaga dan mengembangkan, serta mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, bagi kehidupan bermasyarakat.

“Berdasarkan pemikiran tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur siap menyelenggarakan kembali FKT 2016, Rabu besok,” tuturnya.

FKT ini lebih lanjut diakui Hartini, juga berfungsi sebagai upaya meningkatkan jalinan komunikasi, kerjasama, serta tukar pengalaman antar sesama pelaku seni, termasuk memperkenalkan, mempromosikan dan menyebarluaskan produk karya seni daerah Jawa Timur. (EP)

Leave a Reply