16.9 C
New York
Jumat, Oktober 23, 2020

Buy now

Film “Ngenest” Angkat Isu Asimilasi Dalam Masyarakat Indonesia




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Mengadopsi trilogi buku best seller karya Ernest Prakasa berjudul ‘Ngenest Ngetawain Hidup ala Ernest’, yang mengangkat isu asimilasi dan harmonisasi dalam masyarakat Indonesia, film berjudul “Ngenest Kadang Hidup Perlu Ditertawakan”, boleh dibilang menjadi salah satu hiburan yang wajib ditonton oleh masyarakat Indonesia yang heterogen.

Para pemain film 'Ngenest' saat jumpa pers di penayangan premier di Tunjungan 21 Surabaya, Selasa (29/12/2015)

Penyajian cerita yang sederhana, dengan ragam suku yang ditampilkan, dan kemasan balutan komedi, menjadi daya tarik film ini. Meskipun sebenarnya film hampir seluruhnya menceritakan tentang kisah hidup Ernest yang merupakan keturunan China dan pernah dibully semasa kecil sampai dewasa karena perbedaan fisik.

Menurut Ernest Prakarsa, selaku pemeran utama sekaligus suradara film berjudul ‘Ngenest’ ini, memiliki ide inspiratif untuk membawa pesan harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat, melalui komedian terbuka.

“Banyak hal positif yang bisa diambil dari film ini, terutama bagi Generasi sekarang, yang harusnya bisa lebih bersyukur karena diskriminasi etnis sudah tidak ada atau berkurang. Beda ketika dulu saya masih kecil (zaman orde baru), rasis masih terasa sekali,” jelasnya, Selasa (29/12/2015) di Tunjungan 21, Mall Tunjungan Plaza Surabaya.

Para pemain film 'Ngenest' saat jumpa fans di penayangan premier di Tunjungan 21 Surabaya, Selasa (29/12/2015)

Dalam sinopsisnya, film yang akan diputar serentak di bioskop Indonesia pada 30 Desember 2015 ini, mengisahkan tentang tokoh Ernest (Kevin Anggara/Ernest Prakasa) yang lahir dan besar di sebuah keluarga etnis China. Di mana pada masa Orde Baru masih terdapat perlakuan diskriminasi yang begitu kental, khususnya terhadap etnis China.

Ernest pun menghadapi masa kecil dan remaja yang cukup berat dan bullying menjadi makanan sehari-hari. Meski demikian, dirinya tetap berupaya untuk berbaur dengan teman-teman pribumi. Bahkan akhirnya dia mengambil kesimpulan bahwa cara terbaik untuk bisa membaur dengan sempurna yakni dengan menikahi seorang perempuan pribumi.

Ketika menjadi mahasiswa di Bandung, dia menemukan Meira (Lala Karmela), seorang perempuan Sunda yang menarik hatinya. Dan Meira menjadi jawaban dari cita-cita Ernest, meski sempat mendapat rintangan dari ayah Meira (Budi Dalton) yang pernah mengalami hal buruk dengan orang Tionghoa.

Setelah Ernest dan Meira menikah, ternyata itu tidak otomatis melegakan Ernest, karena ia masih merasa memiliki istri pribumi belum menjadi jaminan bahwa anaknya juga akan berwajah pribumi. Ernest kerap membayangkan anaknya ternyata berwajah seperti dirinya dan mengalami penindasan yang sama ketika dia masih kecil.

“Lewat komedi, saya belajar menertawakan apa yang pernah terjadi dalam hidup saya sebagai masyarakat minoritas. Dendam itu tidak ada gunanya, jadi ditertawakan saja,” ujar komedian 33 tahun itu. (Ep)




Related Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,395PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...

Biaya Bersalin di Surabaya Gratis 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggalakkan Program Jaminan Persalinan (Jampersal). Hal ini sebagai upaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil...