6.1 C
New York
Sabtu, Desember 3, 2022

Buy now

Gebyar Kirab 1 Suro di Gunung Kawi, jadi andalan Kabupaten Malang untuk menarik minat wisatawan mancanegara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Gebyar Kirab 1 Suro di gunung kawi, sekarang telah menjadi andalan Kabupaten Malang untuk menarik minat wisatawan mancanegara. Apalagi warga Wonosari cukup konsisten dalam melestarikan budaya local. Bahkan selama ini kerukunan antar umat terjalin kental di gunung kawi.

Hal ini menurut Bupati Malang, Rendra Kresna, patut dicontoh semua masyarakat, bahwa kerukunan bisa terjalin dengan kegiatan budaya dan seni yang kemudian dikemas menjadi salah satu wisata relegi.

“Apalagi kawasan Gunung Kawi ini merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Malang,” tandasnya di sela-sela acara Gebyar Kirab 1 Suro, Desa Wonosari di kawasan Gunung Kawi Kabupaten Malang, Rabu (14/10/2015).

Rendra juga menyatakan kekagumannya terhadap totalitas warga di kawasan Gunung Kawi yang berlokasi di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, yang terus berupaya memajukan industri pariwisata melalui berbagai kegiatan. Dan Suro’an ini sangat meriah dan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara

“Saya benar-benar kagum dengan totalitas warga di Gunung Kawi ini yang tiada henti berinovasi untuk menggerakkan ekonomi warga melalui industry wisata religi, salah satunya adalah event kirab 1 Suro (1 Muharram) ini,” tutur Rendra.

Rendra juga menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung penuh kegiatan tahunan 1 Suro ini. Apalagi karena adanya even tersebut, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang meningkat.

Pemkab Malang menurut Rendra, akan terus berupaya melengkapi infrastruktur dan sarana prasarana penunjang di Gunung Kawi, sehingga wisatawan tertarik untuk datang dan menikmati berbagai suguhan di desa wisata ini.

“Tahun depan anggaran pariwisata cukup besar, salah satunya untuk pengembangan di Gunung Kawi, termasuk untuk mengangkat tradisi budaya yang dimiliki daerah ini,” ucapnya.

Rendra berharap acara ritual tahunan itu tidak sekadar formalitas, namun memiliki pesan moral bagi seluruh masyarakat. Bahkan, kalau bisa setiap ada kunjungan wisatawan dilakukan proses penyambutan dengan menampilkan tarian khas Gunung Kawi.

“Ini agar pengunjung punya kesan khusus yang bisa diceriterakan pada masyarakat lainnya, dan menyarankan untuk berkunjung ke Desa Wisata Gunung Kawi,” pungkasnya.

Gebyar Kirab 1 Suro yang diikuti oleh 15 kontingen ini, selain ogoh-ogoh dan jolen, ada pula tumpeng batu akik yang dikirab peserta acara tersebut. Acara tahunan itu juga dihadiri belasan ribu pengunjung, termasuk pengunjung manca negara.

Sebelum kirab diberangkatkan, peserta maupun tamu undangan disuguhi tarian khas Gunung Kawi yang diperagakan oleh sekitar 500 penari perempuan. (Kom/Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,591PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles