Hotel Majapahit Akan Gelar Tahun Baru, Melalui Nuansa Tahun 20an dan Batik

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Batik sebagai busana khas tradisional Indonesia nampaknya semakin menjadi inspirasi bagi banyak kesempatan. Salah satunya adalah menjadi penghias perayaan tahun baru, sekaligus moment keakraban dalam suasana heritage yang berpadu dengan aneka jajanan kuliner di perayaan Natal dan Tahun Baru di hotel Majapahit Surabaya.

Sebagian karya Sanaya Batik yang akan ditampilkan di Gelaran Tahun Baru Hotel Majapahit

Promotion and communication executive Hotel Majapahit Surabaya, Igga Mone mengatakan, untuk agenda tahunan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru kali ini sengaja dipilih tema yang disesuaikan dengan  konsep hotel bernuansa heritage yang mengedepankan budaya sebagai warisan sejarah.

“Karena itu, kami menampilkannnya dengan sentuhan Batik yang menjadi seni warisan budaya Indonesia,” terangnya kepada wartawan, Rabu (2/12/2015).

Selain itu, masih menurut Igga, Hotel Majapahit juga akan menampilkan nuansa di era tahun 20an ‘The Roaring Twenties’, yang akan menghadirkan kesan elegan, berkelas ala film Great Gatsby yang sempat booming beberapa tahun lalu.

“Dan bukan hanya sajian music jazz yang akan ditampilkan, kami juga akan menampilkan berbagai sajian menu dan kue-kue jaman dulu,” lanjut Igga.

Demo membuat kue era tahun 20an yang diperagakan chef Hotel Majapahit

Igga juga menambahkan bahwa Majapahit bersama Sanaya Batik, juga akan menampilkan fashion parade tiga rancangan batik modern yang akan menjadi tren di 2016.

Sementara Mirna Paramita selaku CEO Sanaya yang turut meramaikan malam pergantian tahun baru ini, akan menampilkan 24 koleksi batik modernnnya yang dipamerkan dan dikemas dengan fashion show.

“Kami akan menmapilkan paduan motif kontemporer berkesan muda dan dinamis dengan tiga fokus pembuatan yakni sanaya indigo, sanaya hertage dan sanaya glamour,” terangnya.

Jika direpresentasikan dalam  makna busana, sanaya juga memiliki peruntukan berbeda dari masing-masing kategori. Misalnya Indigo lebihkepada penggunaan busana sehari-hari, sedangkan sanaya hertage sebagi pelengkap kebaya dengan batik dan corak produk turunan seperti syal,dasi, dompet.

“Sementara sanaya glamomur adalah bagian dari paduan aksen renda, payet, beludru, mutiara yang berkesan elegan,” terang Mirna.

Menurut Mirna, tren busana tahun 2016, kesan heritage masih jadi andalan dengan tampilan kombinasi bunga bermotif parang. Untuk pilihan warna coklat emas mewah lebih modern membawa filosofi parang menggambarkan ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak.

“Begitu juga garis lurus dagonal melambangkan rasa keteladanan, rasa hormat dan kesetiaan pada nilai kebenaran yang dipakai pakaian para bangsawan pada zamannya,” lanjutnya. (Ep)

Leave a Reply