Kejar Pertumbuhan, OJK Gelar Pasar Rakyat Syariah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Pasar Rakyat Syariah di tujuh kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar dan Balikpapan) pada 13 dan 14 Juni. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kampanye keuangan syariah nasional bertajuk Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS).

Peluncuran Balon Sebagai Tanda Dibukanya Progran Pasar Rakyat Syariah yang Bertajuk Aku Cinta Keuangan Syariah di Grand City Surabaya, Minggu(14/6/2015)

Bertempat di Halaman Grand City Surabaya, gerakan yang dibuat untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan produk dan layanan keuangan syariah di masyarakat ini melibatkan seluruh komponen sector jasa keuangan syariah seperti perbankan syariah, lembaga keuangan nonbank syariah, pelaku pasar modal syariah, industri kreatif dan usaha kecil, berbagai sector riil, hingga pelajar.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3, Sukamto, di Surabaya, Minggu (14/6/2015) mengatakan kegiatan Pasar Rakyat Syariah ini bertujuan untuk meningkatkan kesetiaan dan kecintaan masyarakat terhadap produk dan lembaga keuangan syariah.

“Yang perlu diketahu masyarakat, sebenarnya lembaga keuangan syariah itu bersifat universal, dan terbuka bagi seluruh umat beragama, baik untuk bekerja maupun menggunakan jasa lembaga keuangan syariah tersebut,” ujar Sukamto.

Sukamto juga menjelaskan bahwa prospek keuangan Syariah di Indonesia ke depan diprediksi semakin cerah. Pasalnya, tren pertumbuhan keuangan Syariah dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkat, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan mencapai 14,9 persen.

“Memang saat ini kondisi keuangan syariah masih kalah jauh dengan lembaga keuangan konvensional, tapi kami yakin tingkat pertumbuhan keuangan syariah akan semakin besar, karena seperti di Inggris keuanagan syariah tumbuh sangat pesat meskipun jumlah masyarakat muslim di sana termasuk minoritas,” jelasnya.

Bersadarkan data OJK per Maret 2015, industry perbankan syariah terdiri dari 12 bank umum syariah, 22 unit usaha syariah yang dimoliki oleh bank umum konvensioanl dan 163 BPRS dengan total asset sebesar Rp 264,81 trilyun.

Sementara jumlah pelaku Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah 98 lembaga di luar LKM, yang terdiri atas usaha jasa takaful (asuransi syariah) yang mengelola aset senilai Rp 23,80 triliun, di samping usaha pembiayaan syariah yang mengelola aset senilai Rp 19,63 triliun.

“Secara nasional, pangsa pasar IKNB syariah hingga kuartal I 2015 telah mencapai 3,93 persen dibanding total aset IKNB, dengan porsi terbesar diperankan oleh perusahaan asuransi jiwa syariah Rp 19,387 miliar dan perusahaan pembiayaan syariah Rp 19,630 miliar,” terang Sukamto. (Edmen Paulus)

Leave a Reply