21.1 C
New York
Jumat, Juli 30, 2021

Buy now

Lari Sarung Digelar sebagai bagian dari kegiatan Muktamar NU




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Ribuan orang peserta menyemarakkan ‘Sarong Fun Run’ Minggu (26/7/2015) pagi, di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dihelat di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus mendatang ini setiknya diikuti lebih dari 5.000 orang dari masyarakat umum dan anggota TNI/Polri.

Kegiatan Sarong Fun Run di Lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya, Minggu (26/7/2015)
Lari Sarung yang menempuh jarak 4 kilometer ini, dilepas Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Joppye Onesimus bersama Ketua Panitia Lokal Muktamar NU ke-33, Saifullah Yusuf.

Seperti dikemukakan Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, Sarong Fun Run merupakan satu dari 25 kegiatan Pra Muktamar NU yang sifatnya olahraga. Semua peserta harus mengenakan sarung, sehingga terkesan tidak biasa dan lebih mengasikkan.

“Event ini mengajak masyarakat berolahraga, hidup sehat sekaligus bergembira. Dan ini yang pertama kalinya di Indonesia, mungkin di dunia lari dengan menggunakan sarung,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, sarung merupakan simbol identitas masyarakat Indonesia, yang telah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi sarung tidak hanya dimiliki kaum pesantren, tapi hampir semua masyarakat Indonesia.

Hal itu dinilai penting, karena fungsi sarong, kata Gus Ipul sebenarnya tidak hanya untuk beribadah. Tapi juga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Bahkan dalam kultur masyarakat tertentu, memakai sarung merupakan suatu keharusan,” imbuhnya.

Kegiatan Sarong Fun Run diselenggarakan secara cuma-cuma. Setiap peserta yang mendaftar mendapatkan satu paket sarung dan wajib dikenakan saat berlari. Seusai lari, peserta dihibur penampilan grup musik Kotak. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,995FansSuka
2,878PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles