Michelle Peduli Anak2 Korban Bullying Lewat Novel “The Nerd Can Fight”

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Setelah dalam versi digital di Wattpad, tulisan fiksi pertama karya Jean Angelina Michelle Julianto berjudul The Nerd Can Fight dibaca hampir 5 juta pembaca, kini dalam bentuk novelnya, sudah bias di dapatkan di toko buku seperti gramedia.

Apa yang dilakukan Michelle yang masih berusia 14 tahun ini, memang telah banyak membuat kekaguman, termasuk bagi orangtuanya sendiri yang tidak menyangka anak keduanya memiliki potensi luar biasa di bidang sastra.

Michelle dengan Novelnya “The Nerd Can Fight"

Novel ini awalnya memang ditulis Michelle di Wattpad, secara bertahap dan bersambung. Namun justru hal ini membuat banyak pembaca penasaran.

“Saya memang tidak menulisnya langsung, tapi bertahap dalam waktu 3 bulan,” terang Michelle di sela-sela acara launching novel perdananya, di Dyandra Convention Center Building, Surabaya, Sabtu (15/4/2016).

Secara garis besar, novel The Nerd Can Fight menginspirasi anak-anak yang diganggu teman lain agar tetap bersemangat menjalani hidup, melalui sosok Casey.

Dalam Novel The Nerd Can Fight, yang mengisahkan seorang gadis bernama Cassandra atau Casey yang di masa kecilnya, kerap mendapat gangguan teman-temannya. Karena itu Casey akhirnya belajar ilmu bela diri dari kakaknya, dengan harapan, agar tidak ada lagi yang mengganggunya.

Namun penampilan Casey yang tetap kalem dan menjadi kutu buku di sekolah, telah belajar ilmu bela diri, tetap saja menjadi olok-olok temannya. Dan tidak jarang ia mendapat gangguan karena gayanya itu. Namun justru karena itulah, Casey malah berinisiatif membantu teman-temannya yang mendapat perlakuan sama.

“Saya melihat ada anak-anak yang seringkali mendapat perlakuan yang tidak semestinya, dibully teman-teman yang lain. Dan melalui novel ini saya ingin memberikan pembelajaran bagaimana kita harus menghargai dan mencintai sesama,” ujar siswi kelas IX Singapore National Academy, Waru, Sidoarjo.

Michelle juga menerangkan bahwa novel ini juga membawa misi sosial. Ini tampak dimana saat Casey memberi uang kepada pengemis di jalan, lantas dia dianggap sok pahlawan karena membantu orang tak mampu.

“Pesan seperti ini saya sisipkan, supaya para pembaca tahu bahwa membantu sesama yang membutuhkan tidak harus kenal dulu siapa yang kita bantu,” katanya.

Michelle juga berpesan pada anak-anak lain yang memiliki hobi menulis, untuk tidak mudah putus asa dan harus terus belajar berkarya.

“Ayo semangat menulis,” ajak Michelle.

Michelle juga menambahkan bahwa hasil dari penjualan kedua buku ini akan disumbangkan untuk support sekolah Selamat Pagi Indonesia, SMA gratis di Kota Batu yang ditujukan untuk anak seluruh Indonesia yang kurang mampu secara finansial, yang sudah dianggap sebagai kakak-kakak kandung Michelle sendiri. (EP)

Leave a Reply