27.1 C
New York
Sabtu, Agustus 13, 2022

Buy now

Pasar Apung Ada di Kalimas Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pagelaran Surabaya Festival 2015 yang di gagas Universitas Ciputra, sebagai bagian dari metode pembelajaran active learning, pada hari kedua ini menyajikan kejutan unik di Sungai Kalimas.

Pasar Apung (Ilustrasi)

Khusus hari ini (21/11/2015), di Sungai Kalimas pada Sisi Monumen Kapal Selam atau Monkasel, ada pemandangan langka yaitu Pasar Apung dengan pedagang berbagai kuliner khas Surabaya di armada perahu kayu para nelayan.

Seperti dikemukakan Rektor Universitas Ciputra Ir. Tony Antonio, M.Eng ., ajang Surabaya Festival 2015 yang merupakan rangkaian berbagai kegiatan yang digelar murid-murid semester I angkatan 2015 Universitas Ciputra ini, merupakan salah satu cara untuk belajar secara langsung, khususnya dalam aplikasi pada pengelolaan event.

“Termasuk menggagas wisata sungai dengan Pasar Apung di Kalimas ini, adalah bagian dari metode pembelajaran active learning di Universitas Ciputra,” terangnya.

Menurut Tony Antonio, Surabaya Festival 2015 sendiri adalah project bersama bagi 1000 mahasiswa Universitas Ciputra, yang diharapkan mampu melakukan aktivitas aplikatif secara langsung.

“Ini akan menambah pengalaman yang menarik buat mahasiwa di banding sekadar belajar di kelas. Selain tentu, hal seperti ini, akan mempunyai manfaat lebih besar untuk kota Surabaya sendiri,” tambah Tony.

Pasar Apung di ajang Surabaya Festival 2015 yang digagas Universitas Ciputra bisa dinikmati dimulai jam 16.00 dan akan berakhir pada jam 22.00 WIB. Sebanyak 10 kapal nelayan berjajar di sepanjang Sungai Kalimas, dengan menu tradisional yang tentunya menggugah selera.

“Bagi pengunjung yang ingin mencicipi makanan yang ditawarkan harus membeli kupon yang disediakan oleh panitia sebagai alat tukarnya,” tambah Christy Widyawati koordinator acara Surabaya Festival 2015.

Adapun transaksi jual beli di Pasar Apung tersebut memang dilakukan dengan menggunakan jaring ikan dimana pembeli akan memberikan kuponnya dengan meletakkan pada jaring ikan. Dan penjual pun akan memberikan makanan ke pembeli melalui jaring ikan.

“Konsep pasar apung dengan menggabungkan cara belanja modern memang sudah ada di tempat lain, tapi di Surabaya, ini adalah suatu hal yang baru yang bisa kita jual sebagai destinasi wisata. Ide ini bisa dikembangkan di kemudian hari sebagai upaya menghidupkan Sungai Kalimas,” lanjut Christy.

Kemeriahan ajang Surabaya Festival 2015 hari kedua, juga diwarnai dengan November Run ratusan orang dengan rute Monkasel-Bambu Runcing-Karapan sapi-Gramedia Expo-Tunjungan Plaza-Taman Apsari-Genteng Kali-Grand City-Monkasel.

Sedang pada hari terakhir besok (22/11/2015) akan digelar tari remo masal yang akan diikuti oleh 2.100 penari remo, mulai jam 06.00 pagi hari di jalan Pemuda Surabaya. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,434PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles