Siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang, Gelar Doa Bersama Saat Rayakan HUT Kemerdekaan Indonesia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan menggelar berbagai kegiatan lomba. Kegiatan ini juga diikuti oleh dua pengajar asing hasil kerjasama antara SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dengan Association Internationale et Studiant Sociale Economic Commerciale (AIESEC), yaitu Zhang Yi Fang (Emma) dari China dan Yukiko Isikawa dari Jepang.

Selama di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Emma dan Fukiko mengajarkan bahasa Inggris dan memperkenalkan budaya dari masing-masing negara pengajar itu. Sementara mereka juga belajar tentang pola pendidikan dan budaya Indonesia. Kedua pengajar itu akan berbagi ilmu di SD Muhammadiyah 4 hingga 26 September 2015 mendatang.

Selain menggelar berbagai kegiatan dalam rangka HUT Indonesia yang ke 70, ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya juga menggelar doa bersama untuk para korban tragedi jatuhnya pesawat Trigana Air yang mengalami kecelakaan di Gunung Tangok, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, pada Minggu (16/8) lalu.

Dikatakan Humas SD Muhammadiyah 4, Edi Purnomo, aksi simpatik dan doa ini dilakukan karena mereka semua merasa turut berbela-sungkawa atas tragedy yang terjadi pada pesawat Trigana Air.

“Aksi aksi simpatik ini dilakukan oleh para siswa terhadap korban tragedi terjatuhnya pesawat Trigana Air. Kami juga mengucapkan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya terhadap korban yang terkena musibah,” ungkap Edi, Kamis (20/8/2015).

Dalam aksi simpatik tersebut, ratusan siswa-siswi berdoa bersama dengan membawa beberapa tulisan yang berisikan ungkapan belasungkawa mereka pada para korban. Dalam kesempatan itu, Emma dan Fukiko juga tampak mengikuti rangkaian acara berdoa bersama tersebut.

Dalam kesempatan mengikuti berbagai lomba, Emma mengatakan sangat senang dan tidak mengangka bahwa berbagai lomba yang digelar, bukan hanya sekedar permainan, tetapi ada unsure pembelajaran yang cukup baik.

“Saya senang ikut bermain dengan para murid disini. Dan permainan seperti ‘bakiak raksasa’ maupun tarik tambang menurut saya buhan hanya sekedar permainan, tapi ada pembelajaran tentang kerjasama disana,” terang Emma. (Edmen Paulus)

Leave a Reply