Gus Ipul : RSI Harus Utamakan Pelayanan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya diharapkan bisa mendahulukan pelayanan dan tidak membeda- bedakan pasien dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Hal ini dikemukakan Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf, yang meminta RSI lebih mendahulukan pasien yang mau berobat dan cepat dilayani, tidak usah ditanya bawa uang atau tidak.

Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, saat Pencanangan Bore Pile Gedung Medical Center 5 Lantai, RSI Surabaya, Senin (16/5/2016)

“Keselamatan adalah yang utama. Apalagi sekarang eranya Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, telah mengubah semangat rumah sakit. Salah satunya RSI yang telah bekerjasama dengan BPJS,” terang Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf ), usai Pencanangan Bore Pile Gedung Medical Center 5 Lantai, RSI Surabaya, Senin (16/5/2016).

Gus Ipul juga menjelaskan, sekitar 70% rumah sakit di Jawa Timur, saat ini telah bekerjasama dengan BPJS. Dan targetnya diharapkan seluruh rumah sakit harus bekerjasama. Tapi menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah tata kelola rumah sakit. Karena hal ini akan mempengaruhi kemajuan pelayanan.

“Karena itu RSI harus mempersiapkan tenaga kesehatan yang mumpuni, mulai dari dokter, perawat, hingga karyawan. Dan menurut saya, Pak Nuh sebelum jadi menteri sampai saat ini sangat loyal dan perhatian pada NU. Inilah yang membuat RSI bisa maju seperti sekarang,” tambahnya.

Gus Ipul juga menambahkan bahwa selain itu semua, masalah perizinan dan tata kelolah rumah sakit harus tetap memenuhi ketentuan pemerintah, termasuk sarana prasana.

“Syarat perijinan dan limba misalnya harus dilengkapi dengan benar,” kata Gus Ipul.

Lebih jauh Gus Ipul juga berharap, RSI bisa mengatur para penunggu atau penjenguk pasien, bukan hanya pada jadwal saja, tetapi juga fasilitas.

“Kalau bisa keluarga nyaman saat menunggu pasien, karena dalam Islam menjenguk orang sakit merupakan sunah rosul,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan RSI Surabaya, M Nuh mengatakan, RSI A Yani, bersama RSI Jemur dan Universitas NU adalah milik Muslimat dan NU. Karena itu kami sangat berhati-hati dalam mengurus asset umat, dan tidak ingin memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Seluruh pengurus yang saat ini mengelolah asset NU, harus berterimahkasih pada para penggagas berdirinya rumah sakit untuk membantu masyarakat. Kita semua hanya meneruskan perjuangan para pendiri, semoga bisa menjaganya,” imbuhnya.

Nuh jyga menyampaikan bahwa, selama ini RSI berdiri bukan menjadi pesaing rumah sakit lainnya, tetapi mitra agar bisa bersinergi memberikan layanan kesehatan pada masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

“Kami berharap doa dan dukungan bukan hanya warga NU dan kyai saja, tetapi seluruh masyarakat agar RSI bisa menjalankan amanah dalam memberikan layanan kesehatan,” harapnya. (KJ/EP)

Leave a Reply