21.9 C
New York
Senin, Agustus 15, 2022

Buy now

Sakit Hati Ditilang, Pemuda kirim sms teror ke Polres Nganjuk

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Lantaran sakit hati usai ditilang oleh salah satu anggota satlantas Polres Nganjuk, membuat Agus Supiyan, 22, warga jalan Wilangan, Kabupaten Ngajuk ini bertindak nekat. Dirinya nekat mengirimkan pesan singkat dengan nada ancaman teror bom yang akan diledakkan di Polres Nganjuk.

Tersangka, Sakit Hati Ditilang, Pemuda ini kirim sms teror ke Polres Nganjuk
Sehingga dengan perbuatannya, Agus harus mendekam di balik jeruji besi Polda Jatim. Agus tertangkap usai unit cybercrime berhasil melacak nomor HP yang digunakan tersangka untuk melakukan teror.

“Kita berhasil melacak, dan langsung menangkap tersangka yang saat itu sedang ada dirumah,” kata Direktur Ditreskrisus Polda Jatim, Kombes Pol Nur Rohman, Kamis (17/12/15).

Nur Rohman membenarkan jika tersangka ini melakukan teror lantaran sakit hati oleh salah satu anggota polisi dari Lalulintas Polres Nganjuk. Namun dirinya belum bisa memastikan sakit hati tersangka ini disebabkan ditilang atau bahkan ada masalah lain.

“Bisa jadi seperti itu, tapi untuk lebih detailnya kita belum tahu, jadi masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap perwira 3 melati di pundaknya ini.

Sehingga dengan dendam tersebut, tersangka langsung mengirimkan pesan singkat ke HP milik Edy Prasetyo yang merupakan anggota Lalulintas Polres Nganjuk.

“Namun penerima sms ini mencoba melacak nomor HP yang meneror dirinya itu, namun semua orang tidak tahu nomor yang digunakan oleh tersangka, namun kita berhasil melacak dan menangkap tersangka di rumahnya,” ungkap Nur Rohman.

Kasus ini terjadi sekitar Kamis (10/12/2015) lalu, saat itu Agus merasa sakit hati karena ditilang membuat dirinya langsung mengirimkan sms ke korban Edy Prasetyo. Dalam isi sms tersebut tersangka mengancam akan meledak bom yang ada di Polres Nganjuk sekitar pukul 09.00.

Dengan sms tersebut korban sempat menanyakan nomor yang digunakan oleh tersangka kepada teman-teman yang ada di satuan lalulintas maupun anggota lain dari Polres Nganjuk, namun semuanya tidak mengetahui.

Sehingga dengan ancaman teror itu korban langsung melaporkan kasus itu ke Polres Nganjuk, dan langsung ditindak lanjuti oleh Polda Jatim. Oleh unit Cybercrime Polda Jatim berhasil mengungkap nama pelaku teror tersebut. Sehingga Ditreskrisus Polda Jatim langsung bergerak dan berhasim menangkap Agus Supiyan di rumahnya.

Dengan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (4) UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik. “Dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara,” ungkap Nur Rohman.

Dengan tertangkapnya Agus ini membuat Polda Jatim lebih serius untuk menangani kasus terror yang terjadi di Jatim dan membuat resah. “Jadi kita lebih serius menangani kasus teror yang memang sudah beberapa kali melakukan teror,” kata Nur Rohman. (KS2/Red)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,436PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles