BBPOM Takut Sebut “Pemain Besar” Obat Dan Makanan Ilegal

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya melakukan pemusnahan obat dan makanan illegal sebanyak 2.490 item yang bernilai sekitar Rp 5,68 miliar. Pemusnahan secara simbolis ini dilakukan di Halaman Kantor BPOM di Karangmenjangan Surabaya, Jumat (11/12/2015).

Pemusnahan Simbolis obat dan makanan ilegal di BBPOM Surabaya, Jumat (11/12/2015)

Kepala BBPOM Pusat, Roy Alexander Sparinga mengatakan, sepanjang tahun 2015 telah tercatat dan memusnahkan produk obat dan makanan ilegal yang senilai Rp 68 miliar. Produk obat dan makanan ilegal yang dimusnahkan telah mendapat ketetapan hukum dari pengadilan.

“Sebenarnya temuan BBPOM yang masih proses pada 2015 sebesar Rp 220 miliar. Dari jumlah tersebut obat-obat tradisional mengandung bahan kimia cukup mendominasi dengan nilai Rp 140 miliar,” terangnya.

Kondisi tersebut menuryut Roy, merupakan sebuah fenomena gunung es, karena sebenarnya angka dimasyarakat lebih dari jumlah tersebut.

Sedangkan sepanjang tahun 2015 BBPOM telah menemukan obat tradisional yang mengandung kimia obat sekitar 54 item,  dari jumlah tersebut 47 ilegal 7 ada ijinnya tetapi telah dicabut.

Beberapa obat dan makanan ilegal yang dimusnahkan BBPOM Suarabaya

Senyak 54 obat tradisional yang mengandung bahan kimia telah dikeluarkan dan disampaikan ke masyarakat melalui peringatan publik (publik warning) agar masyarakat tidak  membeli dan mengkonsumsinya.Dari jumlah tersebut 20 persen produk impor dan 80 persen merupakan produk dalam negeri.

Sementara ketika ditanya tentang siapa saja pelakunya, Roy mengungkapkan meski ada pemain yang kecil-kecil yang merupakan produk rumahan dari Cilacap, Banyuwangi, Malang, Tangeran serta di Sidoarjo. Namun ia tidak membantah mengenai adanya “pemain besar”.

“Memang soal obat dan makanan illegal ini ada pemain besarnya,” ungkap Roy.

Namun BBPOM mengelak dan sepertinya ketakutan ketika ditanya siapa saja para pemain besar tersebut, dan kenapa sampai sekarang tidak ada tindakan hukum terhadap mereka. (Ep)

Leave a Reply