Bea Cukai Jatim I Ekspos Barang Selundupan Tangkapan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Hasil tangkapan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim I sepanjang Januari-Mei 2016 ternyata tak hanya didominasi produk rokok bercukai palsu dan minuman beralkohol/minuman keras (miras) saja.

Karena beberapa produk lain juga ada dalam bagian penyelundupan tersebut, seperti 16 unit alat pemuas syahwat alias sex toys, sirip ikan hiu dan juga air soft gun illegal.

“Itu semua kami amankan dari pelanggaran kepabeanan yang ditentukan,” ungkap Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Tanjung Perak, Jl Perak Timur Surabaya, Jumat (3/6/2016).

Bea Cukai Jatim I Ekspos Barang Selundupan Tangkapan

Meski demikian, Heru mengakui, produk rokok dengan pita cukai palsu/bekas dan minuman mengandung etil alkohol yang di publikasikan usai peresmian renovasi dan re-Design KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Perak tersebut memang paling mendominasi penyelundupan.

“Barang-barang ini adalah hasil tangkapan selama Januari-Mei 2016,” ingat Heru didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete dan seluruh jajaran penegak hukum hingga karantina serta Kejaksaan.

Heru merinci, sepanjang Januari – Mei 2016 itu, selain petugas Kanwil Bea Cukai Jatim I, penindakan terhadap barang selundupan tersebut juga dilakukan sejumlah Kanwil Bea Cukai lainnya di Jawa Timur.

Bea Cukai Jatim I Ekspos Barang Selundupan Tangkapan

“Untuk petugas Kanwil Bea Cukai Jatim I mengamankan 39.985.552 batang rokok senilai lebih dari 10 milyar rupiah. Sementara petugas Kantor Bea Cukai Pasuruan menyita 311.580 batang rokok dengan 4.500 kilogram tembakau iris/rajang senilai Rp114,7 milyar,” tambahnya.

Sementara untuk petugas Kantor Bea Cukai Sidoarjo mampu mengamankan 5.113.700 batang rokok dan 1.558 botol minuman mengandung etil alkohol senilai Rp 1,6 milyar. Petugas Kanwil Bea Cukai Gresik mengamankan 20.440 batang rokok senilai Rp 9.438.800. Petugas Kantor Bea Cukai Bojonegoro menyita 3.424 batang rokok dan 1,41 kilogram tembakau iris/rajang senilai Rp 2.517.450 dan petugas Kantor Bea Cukai Madura mengamankan 23.120 batang rokok senilai Rp14.935.200.

“Modusnya menggunakan pita cukai bekas dan/atau palsu tanpa dilekati pita cukai atau dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya serta menggunakan pita cukai yang bukan haknya (personaisasi). Kegiatan ini melanggar ketentuan UU No 11 Tahun 1995 yang telah diubah dengan UU No 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” urai Heru.

Selain itu, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak juga mengamankan upaya ekspor sebanyak 1,3 kilogram sirip hiu kering dan 3,5 kilogram kulit ikan kering senilai Rp 327.569.400. Selain juga diamankan upaya impor sebanyak 11.971 botol minuman keras mengandung etil alkohol senilai Rp 29.854.000.

“Petugas Kantor Bea Cukai Tanjung Perak juga menggagalkan pengiriman melalui perusahaan jasa titipan sebanyak 256 botol minuman keras mengandung etil alkohol dan 9 buah senjata jenis air soft gun,” ungkapnya.

Sementara, Kantor Bea Cukai Juanda, telah menggagalkan upaya impor barang bawaan penumpang yang terdiri dari 3 karton senapan jenis air soft gun, 8 buah ponsel dan 7 buah pisau. Hebohnya lagi, petugas Kantor Bea Cukai Juanda menemukan 16 buah alat bantu pemuas nafsu (sex toys), yang akan dikirim melalui jasa pengiriman pos.

“Selain itu, petugas Kantor Bea Cukai Juanda juga mengamankan 10 buah suplemen, 24 buah kosmetik, 12 anak panah, 6 buah pisau, serta 12 ponsel yang akan diimpor melalui perusahaan jasa titipan,” tambahnya.

Menurutnya, pencegahan atas barang impor dan ekspor tersebut ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penelitian atas barang. Ditemukan, jumlah dan jenis barang ekspor tidak sesuai dengan dokumen pemberitahan ekspor barang.

“Ini melanggar UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No 17 Tahun 2006,” paparnya.

Sebagai tindaklanjut atas temuan kasus-kasus tersebut, kata Heru, beberapa barang telah ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara untuk diproses secara hukum. Heru memastikan, seluruh kasus sudah dilimpahkan kepada aparat berwenang dan telah ditetapkan sejumlah tersangka.

“Seperti pelanggaran kasus ekspor sirip hiu telah resmi berstatus P-21 per tanggal 31 Mei lalu dengan tersangka berinisial SDT. Kasusnya ditangani Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan  nomor perkara B-1811/0.5.42/Ft.1/05/2016,” pungkasnya. (EP)

Leave a Reply