BNN Siapkan Penjara khusus Narkoba di Madura

SURABAYA (Kabarsurabaya.com) – Maraknya peredaran narkoba yang terjadi didalam lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah tahanan (Rutan) yang terjadi saat ini, membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai memikirkan penjara khusus untuk narapidana narkotika, di salah satu pulau Madura.

Ilustrasi

Nantinya dalam penjara ini akan diisi berbagai macam hewan buas serta tidak ada sinyal didalam penjara sehingga narapidanan tidak dapat melakukan komunikasi keluar penjara.

Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso mengatakan selain melakukan penjagaan ketat pada penjagaan penjara khusus narkoba ini, nantinya dipenjara ini juga akan ada tempat khusus untuk melakukan eksekusi hukuman mati bagi bandar narkotika.

“Banyak bandar narkoba yang hingga saat ini masih kebal akan hukum, dan hingga saat ini belum dihukum mati,” ungkapnya usai menjadi pembicara di acara Sarasehan dan Advokasi peredaran narkotika bersama pengusaha di hotel Alana, Surabaya, Kamis (26/11/2015).

Dalam penjara ini nantinya akan dikelilingi binatang buas seperti Macan akan diletakkan mengelilingi pada lapisan pertama. Serta buaya akan diletakan lapisan kedua penjara, sedangkan ikan Piranha akan diletakan pada lapisan terluar penjara tersebut.

“Ini dilakukan untuk melakukan pengamanan agar para bandar ini juga tidak berani kabur. Apa lagi nanti dipenjara itu tidak ada sinyal untuk melakukan komunikasi,” kata Buwas panggilan akrapnya.

Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini menambahkan pada tahun 2016 ini penjara khusus narkotika ini akan segara beroperasi, dengan kapasitas sekitar 250 narapidana dengan hukuman minimal 10 tahun atau bahkan hukuman mati.

“Apa lagi nanti penjara ini akan memerlukan waktu sekitar 10 jam perjalanan dengan menggunakan Speedboat dari pelabuhan yang ada di Sumenep Madura. Dan jika ingin ke penjara ini akan mendapatkan rintangan ombak yang sangat tinggi,” ucap Buwas.

Selain itu, BNN juga akan berkordinasi dengan tentara nasional Indonesia (TNI) dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia dengan menyiapkan penembak Misterius. Dimana nantinya penjembak misterius ini akan menembak sesuai dengan daftar nama bandar yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang.

“Penembak ini nanti akan berjalan jika mereka sudah dapat data dari BNN. Saya sendiri sudah mengatakan ide ini ke Panglima TNI, dan beliaunya sudah menyetujui rencana ini karena narkoba adalah masalah bersama, dan cara modern bangsa luar yang ingin merusak generasi muda kita dengan narkoba,” kata Buwas.

Buwas panggilan akrap Komjen Budi Waseso ini mengatakan bandar besar yang hingga saat ini belum dieksekusi adalah Fredy Budiman. Sehingga nantinya jika penjara ini mulai dioperasikan maka, Fredy akan menjadi santapan buaya yang ada di penjara tersebut.

“Kalau buaya, Piranha, dan Harimau ini kan tidak mau duit, dan tidak akan bisa disogok pakai duit, jadi dia (Fredy Budiman.red) akan menjadi santapan hewan buas ini,” tuturnya. (KS2/Red)

Leave a Reply